Disfungsi ginjal merupakan komplikasi serius yang sering terjadi pada pasien dengan diabetes melitus dan hipertensi (DM-HT). Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara profil lipid dengan gangguan fungsi ginjal, namun hasilnya masih belum konsisten dan data pada populasi Asia Tenggara masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara parameter lipid dengan penanda disfungsi ginjal pada pasien DM-HT di Kota Pontianak serta mengidentifikasi parameter lipid mana yang paling berpengaruh sebagai prediktor disfungsi ginjal. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Pusat Laboratorium Kesehatan Kota Pontianak selama periode Januari hingga Desember 2024. Sebanyak 469 pasien DM-HT yang tercatat sebagai peserta Prolanis dilibatkan dalam penelitian ini. Data yang dikumpulkan meliputi parameter lipid (kolesterol total, LDL, HDL, trigliserida) dan penanda fungsi ginjal (ureum, kreatinin, mikroalbuminuria). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho untuk menilai hubungan antar variabel dan regresi logistik untuk mengidentifikasi prediktor dominan. Analisis korelasi menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara HDL dengan kreatinin (rho = -0,227; p < 0,001) dan mikroalbuminuria (rho = -0,183; p < 0,001). Hasil regresi logistik mengkonfirmasi bahwa HDL merupakan satu-satunya parameter lipid yang secara signifikan berhubungan dengan penurunan risiko peningkatan kreatinin (OR = 0,933; 95% CI = 0,884-0,978; p = 0,004). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara parameter lipid lainnya dengan ureum maupun mikroalbuminuria (semua p > 0,05). HDL merupakan faktor protektif yang signifikan terhadap disfungsi ginjal pada pasien DM-HT di Kota Pontianak. Temuan ini mendukung pentingnya strategi peningkatan kadar HDL dalam tata laksana pasien DM-HT untuk pencegahan komplikasi ginjal.
Copyrights © 2026