Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan gaya belajar siswa dalam pembelajaran qawaid bahasa Arab antara alumni pondok pesantren dan alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) di MAN 1 Mandailing Natal. Penelitian dilatarbelakangi oleh heterogenitas latar belakang pendidikan siswa yang diduga memengaruhi preferensi belajar, motivasi, serta capaian pembelajaran qawaid. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan memadukan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang mengukur dimensi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Responden penelitian berjumlah 120 siswa yang terdiri atas 48 alumni pondok pesantren dan 72 alumni SMP/MTs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok sama-sama didominasi oleh gaya belajar visual, yaitu 68,8% pada alumni pesantren dan 70,8% pada alumni SMP/MTs. Alumni pesantren memiliki skor rata-rata lebih tinggi pada dimensi visual (4,07), auditori (3,94), dan kinestetik (3,46) dibandingkan alumni SMP/MTs. Meskipun demikian, perbedaan gaya belajar tidak berkorelasi secara langsung dengan prestasi akademik. Data prestasi kompetisi bahasa Arab tahun 2024-2025 menunjukkan bahwa seluruh peraih prestasi berasal dari kelompok alumni SMP/MTs. Temuan ini mengindikasikan bahwa motivasi belajar, fleksibilitas adaptasi, dan strategi belajar yang tepat memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan latar belakang pendidikan awal. Penelitian ini merekomendasikan penerapan asesmen diagnostik gaya belajar serta pengembangan strategi pembelajaran multimodal yang mengintegrasikan pendekatan visual, auditori, dan kinestetik guna meningkatkan efektivitas pembelajaran qawaid bahasa Arab di madrasah.
Copyrights © 2026