Kesiapan pernikahan pada remaja akhir dan dewasa awal tidak hanya ditentukan oleh usia, tetapi juga oleh kematangan emosional dan kesiapan menjalankan peran keluarga. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dan bimbingan pranikah dapat meningkatkan kesiapan menikah, namun pengembangan layanan yang disusun berdasarkan kebutuhan tugas perkembangan remaja akhir dan dewasa awal masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul bimbingan pranikah untuk meningkatkan kematangan emosional dan kesiapan pernikahan pada remaja akhir dan dewasa awal yang tergabung dalam Creative Ministry GBI Bethel Area Salatiga. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang dibatasi hingga tahap develop. Analisis kebutuhan dilakukan terhadap 20 peserta menggunakan Inventori Tugas Perkembangan (ITP), kemudian digunakan sebagai dasar penyusunan modul bimbingan pranikah yang terdiri atas tujuh sesi. Kelayakan produk dinilai melalui validasi tiga ahli, sedangkan efektivitas awal program diuji menggunakan desain pretest-posttest dan dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kematangan emosional dan persiapan diri menuju pernikahan berada di bawah rata-rata tingkat perkembangan kelompok. Modul yang dikembangkan memperoleh kategori layak hingga sangat layak. Uji coba terbatas menunjukkan peningkatan skor kematangan emosional dari 6,3 menjadi 7,25 dan kesiapan pernikahan dari 6,7 menjadi 7,25, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa modul bimbingan pranikah yang dikembangkan berpotensi menjadi layanan preventif yang relevan untuk membantu remaja akhir dan dewasa awal mempersiapkan transisi menuju kehidupan pernikahan dan berkeluarga.
Copyrights © 2026