Kata akhlaq dimasyarakat selalu berkonotasi positif, orang yang baik seringkali disebut orang yang berakhlaq, sementara orang yang tidak berbuat baik seringkali disebut orang yang tidak berakhlaq.Dengan demikian, secara kebahasaan akhlaq bisa baik dan bisa buruk, tergantung kepada tata nilai yang dijadikan landasan atau tolak ukurya. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa akhlaq itu merupakan hasil usaha dalam mendidik dan melatih dengan sungguh-sungguh potensi yang dimiliki manusia yang merupakan pembawaannya sejak lahir. Sebagaimana penjelasan ( Asmaran.As 1992 : 46 ) yang mengutip dari Al-Gajali bahwa manusia itu , terdapat dua tabiat : Fitrah yang baik yang mendorong kepada kebaikan, yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dalam perkembangan jiwanya, sehingga jiwa merasa gembira dapat menemukan dan melaksanakan kebaikan, karena jiwa mengetahui bahwa kebenaran itu adalah perkembangan fitrah yang baik dalam garis hidup yang benar. Disamping Fitrah yang baik, di dalam jiwa manusia ada kecenderungan yang buruk. Jiwa merasa kecewa dengan kejahatan dan merasa sedih dengan kelakuannya, karena kecenderungan buruk itu memaksa tabiat baik manusia keluar dari garis yang benar. Maka untuk mengatur tingkah laku manusia baik atau buruk dalam bahasan Akhlaq adalah ditentukan oleh ajaran agama. Oleh karena itu lembaga Pendidikan keagamaan Diniyah Takmiliyah Awwaliah mampu berperan untuk melakukan pembinaan Akhlaq. Adapun Penelitian ini adalah penelitian lapangan (filld research) yaitu sebuah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan, menggambarkan atau mendeskripsikan suatu fenomena, kejadian dan suatu peristiwa dari aktifitas, interaksi sosial yang ada di lapangan yang dilakukan secara terinci untuk menemukan makna yang terkandung dalam konteks yang sesungguhnya di lingkungan
Copyrights © 2025