Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KURIKULUM PONDOK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROGRAM TAHFIDZUL QURAN Herdian Kertayasa; Mohamad Erihadiana; Deni Tata Kusuma
BUANA ILMU Vol 7 No 2 (2023): Buana Ilmu
Publisher : Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v7i2.5364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mendeskripiskan tentang kurikulum dan pembelajarandalam meningkatkan kompetensi program Tahfidzul Quran di pondok pesantren Darul Ulum GunungHalu Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti mendapatkandata dari hasil observasi dan wawancara kepada pemilik pesantren atau atau pengelola pesantrenmerupakan orang yang berpengaruh dalam kebijakan semua aktivitas di pesantren. Adapun lokasipenelitian di pondok pesantren Darul Ulum Gunung Halu Bandung, Sindangkerta, Kabupaten BandungBarat. Responden atau yang terlibat dalam penelitian ini di titik beratkan kepada stakeholder penguruspesantren. Informasi-informasi yang sudah di dapatkan dan dibutuhkan akan dijadikan sebagai rancangan,pedoman, ataupun acuan dalam pembuatan penelitian. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa:Kurikulum merupakan faktor terpenting dalam menentukan suatu tujuan yang ingin di capai dalampembelajaran al-Qur’an khusunya hafalan al-Qur’an. Program Kurikulum Pondok Pesantren dalammeningkatkan kompetensi Program Tahfidzul Qur’an meliputi; Muroja’ah, Sema’an atau Tasmi, dantadarus al-Qur’an. Langkah-langkah yang ditempuh dalam meningkatkan kompetensi program TahfidzulQur’an di pondok pesantren Darul Ulum Gunung Halu yaitu; tahap awal sebelum mulai pembelajaran,kegiatan mulai pembelajaran tahfidz, membaca dengan teliti ayat yang akan dihafal, guru menyuruh ayatyang telah dibaca bersama mulai untuk di hafalkan sebanyak lima kali plus sesuai dengan hukum tajwid,makhroj dan suaranya dilafalkan, serta guru menyuruh yang sudah hafal masing masing menyetorkanhafalannya. Dengan terpenuhinya hal tersebut maka dapat dinterpretasikan pembelajaran dalammeningkatkan kompetensi program Tahfidzul Quran di pondok pesantren Darul Ulum Gunung HaluBandung telah tercapai dengan baik.
Guru Ideal Menurut Syekh Az-Zarnuji Dan Relevansinya di MA Al-Ahliyah Kotabaru Karawang Herdian Kertayasa; Mitra Sasmita; Agus Fudholi; Neng Nila Nursafaat; Siti Awalia Kurniasari; Bahrul Kamil
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11227

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kemerosotan moral yang banyak terjadi di dunia pendidikan diantaranya terdapat oknum guru yang berbuat tidak senonoh terhadap anak didiknya, guru tidak memegang teguh etika sebagai pendidik bagi anak didiknya, dan kurangnya menghayati tugas dan tanggung jawab sebagai seorang pendidik. Padahal kewibawaan gurulah yang menyebabkan guru dihormati, sehingga masyarakat tidak akan meragukan seorang guru. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan guru Ideal menurut Syekh Az-Zarnuji serta mendeskripsikan relevansi pemikiran Syekh Az-Zarnuji pada guru di MA Al-Ahliyah Kotabaru Kab. Karawang. Penelitian ini dengan pendekatan kualitatif, yaitu menemukan teori dari data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan langkah-langkah seperti pengumpulan data (Data Collection), reduksi data (Data Reduction), display data verifikasi dan penegasan kesimpulan (Conclution Drawing and Verification). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep guru ideal yang harus dimiliki oleh setiap guru menurut Syekh Az-Zarnuji dalam kitab Ta’lim Muta’allim yaitu: 1) alim), 2) wara’, 3) tua umurnya/dewasa, 4) berwibawa, 5) murah hati, dan 6) penyabar dan penuh kasih sayang. Relevansinya guru PAI MA Al-Ahliyah menunjukkan sangat baik dalam bersikap ‘alim, penyabar dan penuh kasih sayang, menunjukkan baik dalam menampilkan sikap murah hati, berwibawa, dan dewasa serta menunjukkan cukup baik dalam bersikap wara’ dalam pembelajaran di sekolah dan di masyarakat. Implikasi dari penelitian ini diharapkan menjadi sumbangsih dalam pendidikan khususnya dalam kajian tentang guru, mengingat tugas dan fungsi guru sangat mulia jika dilakukan sesuai dengan realitas agar senantiasa menjadi teladan bagi peserta didik maupun masyarakat.
Penguatan Moderasi Beragama Melalui Kajian Riset Disipliner Dan Interdisipliner Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Isu-Isu Nasional Dan Global Enoh Enoh; Herdian Kertayasa; Fiqih Amrullah; Uus Ruswandi; Mohamad Erihadiana
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5223

Abstract

Penelitian studi literatur ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi dan peran kajian riset disipliner dan interdisipliner pendidikan Islam dalam menghadapi isu-isu nasional dan global. Kajian riset disipliner dan interdsipliner pendidikan Islam merupakan bagian dari upaya penguatan sekaligus pengembangan pendidikan Islam dalam partisipasi dan kontekstualisai perannya dalam memecahkan persoalan-persoalan nasional dan globalyangsemakin kompleks dan multidimensi.Melalui kajian tersebut diharapkan dapat membangun pendidikan Islam yang responsif, adaptif, inovatif dan efektif. Penguatan moderasi beragama secara konseptual maupun antual dalam pendidikna Islam merupakan jawaban atas isu nasional dan global tentang radikalisme, terosime, multikultural dan pluralisme di era globalisai ini.Penelitian studi literatur ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi dan peran kajian riset disipliner dan interdisipliner pendidikan Islam dalam menghadapi isu-isu nasional dan global. Kajian riset disipliner dan interdsipliner pendidikan Islam merupakan bagian dari upaya penguatan sekaligus pengembangan pendidikan Islam dalam partisipasi dan kontekstualisai perannya dalam memecahkan persoalan-persoalan nasional dan globalyangsemakin kompleks dan multidimensi.Melalui kajian tersebut diharapkan dapat membangun pendidikan Islam yang responsif, adaptif, inovatif dan efektif. Penguatan moderasi beragama secara konseptual maupun antual dalam pendidikna Islam merupakan jawaban atas isu nasional dan global tentang radikalisme, terosime, multikultural dan pluralisme di era globalisai ini. 
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER MENURUT KAJIAN HADIS Herdian Kertayasa; Aan Hasanah; Bambang Samsul Arifin
BUANA ILMU Vol 8 No 1 (2023): Buana Ilmu
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v8i1.6018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan karakter menurut telaah hadis. Pendidikan adalah sebuah aktivitas manusia yang memiliki maksud mengembangkan individu sepenuhnya. Islam merupakan agama yang sangat menekankan pendidikan bagi manusia. Hal itu terbukti dengan adanya banyak hadis dan ayat al-Quran yang menunjukkan tentang pendidikan, khususnya pendidikan karakter. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan kajian literatur pada hadis tentang pendidikan karakter bertujuan untuk memberikan gambaran secara sistematis telaah konsep dan kajian hadis-hadis Nabi Saw tentang pendidikan karakter dan bagaimana relevansinya di lembaga Pendidikan khususnya pada peserta didik yang sangat penting dalam pengembangan diri dalam menjaga nilai-nilai karakter dan akhlak. Hasil penelitian menunjukkan telaah hadis pendidikan karakter meliputi: Semua orang berilmu harus menjadi teladan bagi orang lain dalam tutur kata dan tingkah lakunya, pembentukan karakter yang didasari keteladanan akan menuai kebaikan bagi dirinya sendiri dan orang lain, kasih sayang dan hubungan harmonis dalam keluarga dapat terbangun sejak masa prenatal, pendidikan aqidah harus dilaksanakan yang pertama kali sebelum pendidikan-pendidikan yang lain,memerintahkan anak untuk salat pada usia tujuh tahun (syari’ah), mempunyai kesadaran beragama dan bermasyarakat dengan amal ma’ruf nahi munkar, sabar merupakan tahapan terakhir yang dilalui peserta didik dalam menjalankan syari’at agama, pendidikan akhlak seperti berbakti kepada orang tua dan menjauhi karakter tercela, dan hendaklah dalam bersikap itu yang sederhana, rendah hati dan tidak sombong. Implikasi dari penelitian ini bahwa karakter sesuai dengan norma Islam dapat mengantarkan keselamatan dan kebahagian bagi siapapun terutama peserta didik sehingga dapat menunjang proses pendidikan menjadikan ilmu yang bermanfaat dan menjadi nilai hidup bagi dirinya dan masyarakat.
TANTANGAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PAI DI PERGURUAN TINGGI UMUM Herdian Kertayasa; Asep Andi Rahman; Uus Ruswandi; Bambang Samsul Arifin
BUANA ILMU Vol 8 No 2 (2024): Buana Ilmu
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v8i2.7235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tantangan Pengelolaan Pembelajaran PAI di Perguruan Tinggi Umum. Dalam visi PAI untuk Perguruan Tinggi disebutkan bahwa PAI bervisi menjadikan ajaran Islam sebagai sumber nilai dan pedoman yang mengantarkan mahasiswa dalam pengembangan profesi dan kepribadian Islami. Dalam dinamika pengelolaan pembelajaran PAI di Perguruan Tinggi harus diperkuat dengan strategi dan penguatan kebaragaman serta terbuka dalam teknologi informasi. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran PAI harus merujuk kepada penguatan pemahaman agama berlandaskan Iman, Islam dan Ihsan. Pendekatan yang dapat digunakan dalam pengajaran dan pembelajaran PAI; pendekatan psikologis, sosio kultural, dan saintifik. Dari segi kutikulum, mahasiswa seharusnya diajarkan dan dibiasakan tidak hanya dengan materi-materi yang bersifat normatif-doktrinal-deduktif namun juga materi yang bersifat historis-empiris-induktif. Dalam mengadapi tantangannya seperti; banyaknya mahasiswa yang belum lancar membaca al-Qur’an, masih terkontaminasi pemahaman liar dari penggunan gadget, pergaulan di luar norma dan kesusilaan, berkenaan dengan alokasi waktu belajar yang 2 sks, dan menghadapi dunia global tentunya harus disiapkan secara utuh dengan penguatan nilai-nilai Islam dan karakter kebangsaan agar terciptanya pendidikan yang berkualitas dan keunggulan dalam menjawab tantangan zaman.
Peranan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah Dalam Pembinaan Akhlaq Agus Fudholi; Herdian Kertayasa; Haerudin Haerudin
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Degradasi moral di kalangan remaja telah menjadi isu kritis yang memerlukan intervensi pendidikan karakter yang efektif. Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) berperan sebagai lembaga pendidikan Islam non-formal yang berpotensi dalam pembinaan akhlak. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilakukan di DTA Al-Magfiroh Centre, Karawang. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur dengan guru dan orang tua, serta analisis dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pendekatan induktif. MDTA memainkan peran strategis dalam pembinaan akhlak melalui integrasi nilai-nilai Islam yang komprehensif. Lima metode utama teridentifikasi: pembiasaan (shalat rutin, pembacaan Al-Qur'an, sopan santun), keteladanan dari guru, sistem ganjaran dan hukuman, metode diskusi dan tanya jawab, serta kegiatan keagamaan rutin. Hampir seluruh santri menunjukkan akhlaqul karimah yang baik dalam interaksi dengan Allah, guru, dan sesama. Orang tua melaporkan perubahan perilaku positif termasuk peningkatan kedisiplinan beribadah, perbaikan etika berbicara, dan peningkatan sikap hormat. Efektivitas metode pembiasaan dan keteladanan mendukung teori pendidikan Islam yang menekankan pembinaan akhlak sejak dini melalui praktik konsisten dan perilaku teladan. Namun, tantangan era digital, khususnya pengaruh media sosial, memerlukan kolaborasi yang lebih erat antara madrasah dan keluarga untuk mempertahankan konsistensi dan efektivitas pembentukan karakter.
IMPLEMENTASI PEMBINAAN TAHSIN QUR’AN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SISWA/I SMAN 2 KLARI Tia Febbiyanti; Haerudin; Herdian Kertayasa
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 14 No 1 (2026): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v14i1.6915

Abstract

Implementation of Qur'an tahsin guidance in improving the Qur'an reading ability of students of SMAN 2 Klari. "This research aims to explain the implementation of tahsin coaching the Qur'an to help students at SMAN 2 Klari become better readers of the Qur'an. The foundation of this research is the importance of teaching students to read the Qur'an correctly in accordance with the rules of tajweed as part of character education and the strengthening of students' Islamic values". Qualitative descriptive research methodology uses documentation, interviews, and observations as data collection methods. The results of the study show that tahsin coaching is often carried out using the iqro method which emphasizes the determination of makhraj and tajweed. This exercise uses digital and printed Qur'an mushaf and is carried out in the classroom under the supervision of an Islamic Religious Education teacher. The application of this coaching has been proven to be effective in improving students' understanding of the basics of tajweed as well as the fluency and determination of hijaiyah letters when reading the Qur'an. This study recommends that tahsin coaching programs continue to be developed in a sustainable manner and supported by special training for supervisors.
PERANAN MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH AWWALIYAH DALAM PEMBINAAN AKHLAQ ( Study Kasus di DTAAL-MAGFIROH CENTRE Kp. Pundong Palumbonsari – Karawang ) Agus Fudholi; Herdian Kertayasa
BUANA ILMU Vol. 10 No. 1 (2025): Buana Ilmu
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/15whzb31

Abstract

Kata akhlaq dimasyarakat selalu berkonotasi positif, orang yang baik seringkali disebut orang yang berakhlaq, sementara orang yang tidak berbuat baik seringkali disebut orang yang tidak berakhlaq.Dengan demikian, secara kebahasaan akhlaq bisa baik dan bisa buruk, tergantung kepada tata nilai yang dijadikan landasan atau tolak ukurya. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa akhlaq itu merupakan hasil usaha dalam mendidik dan melatih dengan sungguh-sungguh potensi yang dimiliki manusia yang merupakan pembawaannya sejak lahir. Sebagaimana penjelasan ( Asmaran.As 1992 : 46 ) yang mengutip dari Al-Gajali bahwa manusia itu , terdapat dua tabiat : Fitrah yang baik yang mendorong kepada kebaikan, yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dalam perkembangan jiwanya, sehingga jiwa merasa gembira dapat menemukan dan melaksanakan kebaikan, karena jiwa mengetahui bahwa kebenaran itu adalah perkembangan fitrah yang baik dalam garis hidup yang benar. Disamping Fitrah yang baik, di dalam jiwa manusia ada kecenderungan yang buruk. Jiwa merasa kecewa dengan kejahatan dan merasa sedih dengan kelakuannya, karena kecenderungan buruk itu memaksa tabiat baik manusia keluar dari garis yang benar. Maka untuk mengatur tingkah laku manusia baik atau buruk dalam bahasan Akhlaq adalah ditentukan oleh ajaran agama. Oleh karena itu lembaga Pendidikan keagamaan Diniyah Takmiliyah Awwaliah mampu berperan untuk melakukan pembinaan Akhlaq. Adapun Penelitian ini adalah penelitian lapangan (filld research) yaitu sebuah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan, menggambarkan atau mendeskripsikan suatu fenomena, kejadian dan suatu peristiwa dari aktifitas, interaksi sosial yang ada di lapangan yang dilakukan secara terinci untuk menemukan makna yang terkandung dalam konteks yang sesungguhnya di lingkungan
IMPLEMENTASI BUDAYA SANAD SEBAGAI PENGUATAN WASATHIYYAH DI PONDOK PESANTREN SYAHAMAH Ainur Alam Budi Utomo; Haerudin; Siti Masruroh; Herdian Kertayasa; Agus Fudholi
BUANA ILMU Vol. 10 No. 1 (2025): Buana Ilmu
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/95kr1n48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji implementasi budaya sanad di Pondok Pesantren Syahamah. Jenis penelitian ini adalah studi kasus yang mengakaji Pesantren Syahamah dan memiliki jaringan dengan Yayasan yang berada di wilayah Timur Tengah. Informan dalam penelitian ini adalah Pengelola Pondok Pesantren Syabab Ahlussunnah Wal Jamaah (Syahamah) di bawah naungan Yayasan Syahamah. Penelitian ini diharapakan dalam rangka penguatan Islam Wasathiyyah di Indonesia, khususnya di pesantren.