Hasil PISA 2022 menunjukkan bahwa capaian literasi sains siswa Indonesia mengalami penurunan dan masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas IV SD Negeri Biringkaloro, khususnya pada materi fotosintesis. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain non-equivalent control group. Sebanyak 74 siswa dilibatkan dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang terbagi menjadi kelas eksperimen (n=37) dan kelas kontrol (n=37). Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes esai berdasarkan indikator literasi sains yang telah memenuhi validitas sangat baik (V = 1) dan memiliki reliabilitas tinggi (? = 0,812). Analisis data menggunakan n-gain dan uji independent sampel t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menerapkan inkuiri terbimbing mencapai rata-rata kemampuan literasi sains akhir (posttest) sebesar 85,43, jauh lebih unggul dibandingkan kelas konvensional yang mencapai rata-rata 71,11. Hasil uji independent sample t-test mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan secara statistik (t = 10,783; p 0,001). Sehingga, penerapan model inkuiri terbimbing terbukti efektif dalam memfasilitasi peningkatan literasi sains siswa secara signifikan. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya transisi menuju pembelajaran sains yang berpusat pada aktivitas investigasi siswa untuk membangun pemahaman saintifik yang bermakna di tingkat sekolah dasar.
Copyrights © 2026