Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan obat, termasuk penggunaan obat bebas, obat resep, dan narkotika yang tidak tepat, akibat perkembangan psikososial, tekanan teman sebaya, dan rendahnya literasi kesehatan. Kurangnya pemahaman tentang penggunaan obat yang aman serta paparan luas terhadap informasi yang keliru meningkatkan risiko swamedikasi yang tidak aman dan penyalahgunaan zat pada remaja. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi model edukasi peer educator sebagai pendekatan preventif dalam meningkatkan literasi obat dan menurunkan risiko penyalahgunaan obat pada siswa sekolah menengah atas. Program dilaksanakan di sebuah sekolah menengah atas negeri dengan menggunakan pendekatan partisipatif yang menempatkan remaja sebagai pembelajar aktif dan agen perubahan. Intervensi terdiri atas penilaian pengetahuan awal, sesi edukasi interaktif mengenai penggunaan obat yang aman dan pencegahan penyalahgunaan obat, evaluasi pasca intervensi, rekrutmen peer educator, serta diskusi kasus berbasis kelompok yang dipimpin oleh peer educator terpilih. Pengetahuan siswa meningkat signifikan setelah intervensi, dari pretest 71,67 menjadi posttest 90,37 (p=0,000), dengan effect size besar (0,849), menunjukkan intervensi efektif meningkatkan pengetahuan dan literasi obat siswa, yang menegaskan dampak kuat dari model edukasi peer educator. Selain peningkatan pengetahuan, program ini juga menumbuhkan keterampilan kepemimpinan, kepercayaan diri, dan keterlibatan aktif pada peer educator terpilih. Sebagai simpulan, model edukasi peer educator merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan literasi obat remaja serta memperkuat upaya preventif terhadap penyalahgunaan obat di lingkungan sekolah, dan berpotensi direplikasi serta diintegrasikan dalam program promosi kesehatan berbasis sekolah dan komunitas.
Copyrights © 2026