Stunting merupakan gangguan yang terjadi pada tumbuh kembang balita yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak tidak sesuai dengan anak seusianya. Adanya ibu balita yang belum memahami cara mencegah stunting, terutama dalam hal pengolahan makanan, pemenuhan kebutuhan gizi, penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), serta pentingnya melakukan pemantauan tumbuh kembang anak akan berpengaruh pada kejadian stunting. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita sebanyak 45 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis yang dilakukan adalah menggunakan uji rank spearman’s. Penelitian ini menunjukan hasil uji rank spearman’s, di dapatkan (p = 0,003< α = 0,05). Hal itu berarti ada hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja BLUD UPT puskesmas Pahandut. Ibu dengan pemahaman dasar mengenai stunting yang cukup cenderung telah menerapkan sebagian besar praktik pencegahan stunting, seperti pemberian ASI eksklusif, MP ASI tepat, dan pengawasan pertumbuhan pada balita meskipun belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, upaya menurunkan prevalensi stunting melalui pencegahan primer harus semakin ditingkatkan dengan optimalisasi promosi kesehatan, agar ibu mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan pengetahuan yang lebih luas tentang stunting, sehingga mampu menerapkan perilaku pencegahan secara tepat.
Copyrights © 2026