Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi keamanan dan kepercayaan digital terhadap kepuasan pengguna QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Kota Bengkulu, dengan pengalaman pengguna sebagai variabel moderasi. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya adopsi sistem pembayaran digital QRIS yang menuntut jaminan keamanan transaksi, kepercayaan pengguna, dan pengalaman bertransaksi yang berkualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Populasi penelitian adalah masyarakat Kota Bengkulu yang menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran digital. Sampel penelitian berjumlah 112 responden yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling dengan formula Hair et al. (2017). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner tertutup dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi keamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna QRIS (T-statistics = 4,125; P-value = 0,000). Kepercayaan digital juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna (T-statistics = 4,455; P-value = 0,000). Sementara itu, pengalaman pengguna tidak terbukti mampu memperkuat pengaruh persepsi keamanan (T-statistics = 0,480; P-value = 0,631) maupun kepercayaan digital (T-statistics = 0,682; P-value = 0,495) terhadap kepuasan pengguna QRIS. Nilai R-Square sebesar 0,934 menunjukkan bahwa model memiliki daya prediksi yang sangat kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat keamanan yang dirasakan dan kepercayaan digital pengguna, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan pengguna QRIS di Kota Bengkulu.
Copyrights © 2026