Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur dan Fasilitas
Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas

Identifikasi Awal Perencanaan Infrastruktur Keairan Berwawasan Kekeringan Di Daerah Aliran SungaiLasolo: Preliminary Identification of Drought-Based Water Infrastructures Planning in Lasolo Catchment Area

Fajar Baskoro Wicaksono (BWS Sulawesi IV Kendari, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)
Haryo Istianto (Balai Teknik Irigasi, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)
F.X. Suryadi (Department of Water Science and Engineering, IHE-DELFT Institute for Water Education, Delft, the Netherlands)



Article Info

Publish Date
02 Aug 2025

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Lasolo merupakan bagian dari Wilayah Sungai Lasolo-Konaweha. Luas DAS Lasolo adalah 5.845,76 km2, sebagian besar masuk ke dalam wilayah administrasi Provinsi Sulawesi Tenggara. Pola Pengelolaan SDA WS (Pola PSDA WS) Lasolo-Konaweha (2012) menyebutkan bahwa kekeringan di musim kemarau terjadi karena belum termanfaatkannya potensi air akibat belum adanya sarana dan prasarana yang memadai. Heim (2002) menjelaskan bahwa kekeringan mempengaruhi berbagai macam sektor, kekeringan menyebar dengan secara geografis dan temporal yang beragam, dan permintaan pasokan air oleh sistem yang digunakan manusia. Untuk analisis dengan menggunakan data curah hujan tahunan dan periode bulan Mei-Oktober, pada tahun 2012 seluruh PCH menunjukan keadaan kekeringan karena dalam kondisi kurang dari Desil 4 atau kondisi di bawah rata-rata curah hujan normal. Kondisi kekeringan pada periode bulan Agustus – Januari lebih sering terjadi, yaitu pada tahun 2015 dan 2018. Kondisi Desil 1 atau amat sangat di bawah rata-rata pada periode bulan Agustus – Januari terjadi pada tahun 2018, yaitu PCH Asera (243 mm/ 6 bulan) dan PCH Lamonae (167 mm/ 6 bulan), untuk PCH Wiwirano terjadi pada tahun 2015 sebesar 602 mm/ 6 bulan. Hasil studi menunjukan bahwa bagian selatan dari DAS Lasolo (PCH Asera dan Wiwirano) lebih basah dibandingkan dengan daerah utara DAS tersebut (PCH Lamonae).

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

jmaif

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Computer Science & IT Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Education Engineering Environmental Science Library & Information Science Mathematics Social Sciences Transportation

Description

Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas ditujukan untuk mengembangkan Ilmu Pengetahuan Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas di Indonesia. Jurnal ini menerima tulisan yang berisikan hasil penelitian atau hasil pengalaman profesional dalam bidang Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas ...