Pengkondisian udara merupakan proses pengolahan udara yang bertujuan mengatur suhu, kelembapan, tingkat kebersihan, serta pendistribusiannya secara bersamaan agar tercapai kondisi udara yang diperlukan. Untuk menjaga mutu obat di suatu ruangan, sistem pengkondisian udara memiliki peran yang sangat penting. Hal yang perlu diperhatikan adalah menjaga temperatur dan kelembaban yang sesuai dengan karakteristik obat yang disimpan. Pengkondisian udara erat kaitannya dengan beban pendingin. Beban pendinginan meliputi beban internal yang mencakup beban pendinginan di dalam ruangan dan beban eksternal yang meliputi beban pendinginan dari luar ruangan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan nilai beban pendingin total serta daya kompresor AC yang akan digunakan pada ruang instalasi farmasi tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dan observasi. Penelitian terfokus pada data berupa angka hasil dari obsevasi dengan instrumen dan alat ukur yang akan digunakan. Hasil perhitungan menunjukkan total beban pendingin yang terjadi pada instalasi farmasi rumah sakit tersebut sebesar 16,81 kW. Beban pendingin tertinggi terjadi pada kaca dinding C, sekaligus menjadi beban pendingin eksternal tertinggi sebesar 4,22 kW. Beban pendingin internal tertinggi diakibatkan oleh beban manusia laten sebesar 1,40 kW. Perhitungan daya kompresor AC didapatkan nilai sebesar 4,94 kW dan kapasitas pendinginan yang diperlukan untuk menutupi beban pendingin total sebesar 5 PK. Keywords: hospital, pharmacy room, cooling load, compressor power.
Copyrights © 2026