This community service research aims to describe the implementation process and analyze the impact of practical vocal technique training on improving the singing abilities of elementary school-aged children. The community service method employed a practical training approach, direct learning, and intensive group vocal exercises over eight weeks (one meeting per week). The participants were 50 elementary school-aged children selected based on their interest in vocal training. Data were collected through affective attitude observations and practical tests (pretest and posttest) using a vocal assessment rubric. The community service results showed an improvement in the children's basic vocal skills, as evidenced by an increase in the average score from 64.73 (pretest) (inadequate) to 71.52 (posttest). The most significant psychomotor transformation was seen in the clarity of articulation, supported by increased self-confidence and mastery of diaphragmatic breathing techniques through demonstration and drill methods. However, improvements in intonation have not shown significant improvement because pitch accuracy requires a process of habituation and longer training duration to build vocal cord muscle memory. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi dan menganalisis dampak pelatihan teknik vokal praktis terhadap peningkatan kemampuan menyanyi anak-anak usia sekolah dasar. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah pendekatan pelatihan praktis, pembelajaran langsung, dan latihan vokal kelompok intensif selama delapan minggu (satu pertemuan per minggu). Peserta penelitian adalah 50 anak usia sekolah dasar yang dipilih berdasarkan minat mereka dalam pelatihan vokal. Data dikumpulkan melalui observasi sikap afektif dan tes praktis (pretest dan posttest) menggunakan rubrik penilaian vokal. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan keterampilan vokal dasar anak-anak, yang dibuktikan dengan peningkatan skor rata-rata dari 64,73 (pretest) (tidak memadai) menjadi 71,52 (posttest). Transformasi psikomotor yang paling signifikan terlihat pada kejelasan artikulasi, didukung oleh peningkatan kepercayaan diri dan penguasaan teknik pernapasan diafragma melalui metode demonstrasi dan latihan. Namun, peningkatan intonasi belum menunjukkan peningkatan yang signifikan karena akurasi nada membutuhkan proses habituasi dan durasi pelatihan yang lebih lama untuk membangun memori otot pita suara.
Copyrights © 2026