Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial ekonomi petani yang melakukan alih fungsi lahan dari tanaman karet menjadi perkebunan kelapa sawit di Desa Simpang Kiri, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling, dan melibatkan 13 responden yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong alih fungsi lahan adalah rendahnya harga jual karet, produktivitas yang menurun akibat serangan hama dan cuaca, serta kebutuhan ekonomi yang mendesak. Sebaliknya, kelapa sawit dinilai lebih menguntungkan karena siklus panen yang lebih cepat, harga yang lebih stabil, dan pendapatan yang lebih teratur. Dampak yang dirasakan oleh petani mencakup peningkatan pendapatan, perubahan pola konsumsi rumah tangga, serta pergeseran status sosial. Namun, ditemukan pula dampak lingkungan seperti degradasi lahan dan potensi penurunan keanekaragaman hayati. Penelitian ini merekomendasikan adanya pengawasan kebijakan konversi lahan dan dukungan program berkelanjutan bagi petani untuk menjaga keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Copyrights © 2026