Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN BUAH PISANG SEBAGAI KOMODITI UNGGULAN DI KOTA LANGSA Fiddini Alham; Faoeza Hafiz Saragih
JURNAL AGRICA Vol 14, No 1 (2021): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v14i1.4259

Abstract

Pisang di Kota Langsa merupakan salah satu komoditi buah unggulan dimana pisang adalah buah dengan produksi terbesar. informasi preferensi konsumen terhadap buah-buahan unggulan di Kota Langsa akan membuat produsen memproduksi buah-buahan dengan kualitas yang sesuai dengan keinginan  konsumen, sehingga produksi dapat terserap kepasar dan dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian daerah. Penelitian ini dilakukan di Pusat Pasar Kota Langsa dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang diambil melalui metode accendental sampling. Metode analisis yang dilakukan adalah dengan metode analisis factor untuk melihat preferensi konsumen buah pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima aspek yang terbentuk, dimana aspek buah menjadi aspek dengan nilai keragaman terbesar dan variabel ketersediaan buah pisang lokal dipasar menjadi variabel pertimbangan konsumen terbesar dikarenakan tedapat pasar khusus yang menjual buah pisang di Kota Langsa.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Bawang Merah Di Kota Medan Siti Nur Arafah; Yusniar Lubis; Faoeza Hafiz Saragih
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Agrisamudra
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.26 KB) | DOI: 10.33059/jpas.v6i2.1893

Abstract

Shallot is a horticultural commodity classified as vegetable spices that serve as a seasoning for food and traditional medicine. The importance of shallot for cooking makes the demand for shallot continue to increase every year. This research aims to see what factors influence the demand for shallot in Medan City. This research was conducted in Medan Deli Market and Kemiri Market. Sampling used this research used the Accidental Sampling method, which determines the sample based on people who are accidentally encountered in the study area. The number of samples examined in this research is 40 samples of shallot consumers. This research uses Best Linear Unbiased Estimation and Multiple Linear Regression methods. The variables studied were the price of shallot, the income of consumers, the number of family members and the price of yellow onion. The result of this research indicates that the factor that influences the demand for shallot is the price of shallot, the income of consumers and the number of family members, while those that do not affect is the price of yellow onion.
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN BUAH PISANG SEBAGAI KOMODITI UNGGULAN DI KOTA LANGSA Fiddini Alham; Faoeza Hafiz Saragih
JURNAL AGRICA Vol. 14 No. 1 (2021): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v14i1.4259

Abstract

Pisang di Kota Langsa merupakan salah satu komoditi buah unggulan dimana pisang adalah buah dengan produksi terbesar. informasi preferensi konsumen terhadap buah-buahan unggulan di Kota Langsa akan membuat produsen memproduksi buah-buahan dengan kualitas yang sesuai dengan keinginan  konsumen, sehingga produksi dapat terserap kepasar dan dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian daerah. Penelitian ini dilakukan di Pusat Pasar Kota Langsa dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang diambil melalui metode accendental sampling. Metode analisis yang dilakukan adalah dengan metode analisis factor untuk melihat preferensi konsumen buah pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima aspek yang terbentuk, dimana aspek buah menjadi aspek dengan nilai keragaman terbesar dan variabel ketersediaan buah pisang lokal dipasar menjadi variabel pertimbangan konsumen terbesar dikarenakan tedapat pasar khusus yang menjual buah pisang di Kota Langsa.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI MENJADI TEH CASCARA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI KOPI DI KABUPATEN GAYO LUES Faoeza Hafiz Saragih; Andri Yusman Persada; Saiful Mahdi; Danar Hadisugelar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.56334

Abstract

Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu kabupaten produsen kopi utama di Provinsi Aceh yang terkenal dengan jenis biji kopi gayo dan produksi 1.393 ton. Banyaknya jumlah produksi menghasilkan limbah kopi yang cukup besar dan limbah yang dihasilkan tidak diolah untuk menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi karena hanya di buang di sekitar lahan untuk menjadi kompos. Oleh sebab itu perlu dilakukan inovasi untuk mengolah limbah kulit kopi menjadi teh cascara agar memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan petani. Metode pelaksanaan pengabdian dibuat secara sistematis dan pasrtisipatif sehingga petani dapat melakukan praktik langsung. Dari hasil pelaksanaan didapatkan bahwa petani mengalami peningkatan pemahaman mengenai pengolahan limbah kulit kopi menjadi teh dan dapat dipasarkan untuk menambah pendapatan bagi keluarga.
ANALISIS SOSIAL EKONOMI PETANI YANG MELAKUKAN ALIH FUNGSI LAHAN KARET MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT di DESA SIMPANG KIRI KECAMATAN TENGGULUN KABUPATEN ACEH TAMIANG Shalika Azzahra Ibrahim; Faoeza Hafiz Saragih; Thursina Mahyuddin
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial ekonomi petani yang melakukan alih fungsi lahan dari tanaman karet menjadi perkebunan kelapa sawit di Desa Simpang Kiri, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling, dan melibatkan 13 responden yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong alih fungsi lahan adalah rendahnya harga jual karet, produktivitas yang menurun akibat serangan hama dan cuaca, serta kebutuhan ekonomi yang mendesak. Sebaliknya, kelapa sawit dinilai lebih menguntungkan karena siklus panen yang lebih cepat, harga yang lebih stabil, dan pendapatan yang lebih teratur. Dampak yang dirasakan oleh petani mencakup peningkatan pendapatan, perubahan pola konsumsi rumah tangga, serta pergeseran status sosial. Namun, ditemukan pula dampak lingkungan seperti degradasi lahan dan potensi penurunan keanekaragaman hayati. Penelitian ini merekomendasikan adanya pengawasan kebijakan konversi lahan dan dukungan program berkelanjutan bagi petani untuk menjaga keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan.