Rendahnya kemampuan siswa SMPN 17 Mataram dalam mengaitkan konsep sains dengan kehidupan sehari-hari, akibat pembelajaran yang masih berorientasi pada hafalan dan kurang kontekstual, menjadi latar belakang utama kegiatan pengabdian ini. Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, literasi sains, serta motivasi belajar siswa melalui edukasi penerapan sains dalam konteks nyata. Metode pelaksanaan meliputi empat tahap: analisis kebutuhan melalui observasi dan wawancara, penyusunan program edukasi berbasis pendekatan kontekstual, pelaksanaan kegiatan berupa demonstrasi, eksperimen sederhana (seperti pembuatan es krim), serta diskusi interaktif, dan diakhiri dengan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang ditandai dengan kemampuan mereka menjelaskan kembali konsep IPA menggunakan contoh sehari-hari, serta munculnya sikap positif dan antusiasme tinggi, terutama dalam topik kesehatan, penghematan energi, dan pengelolaan lingkungan. Pembahasan menegaskan bahwa pembelajaran berbasis praktik dan kontekstual mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kesadaran ilmiah siswa. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik sains di sekolah. Implikasi dari PkM ini adalah perlunya pengembangan kegiatan serupa secara berkelanjutan dengan cakupan materi yang lebih luas dan metode yang lebih variatif sebagai strategi penguatan literasi sains di tingkat sekolah menengah pertama.
Copyrights © 2026