Peningkatan kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan menuntut industri kreatif untuk membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan melalui inovasi dan kemampuan adaptif organisasi. Namun, pelaku industri kreatif di wilayah lahan basah masih menghadapi keterbatasan dalam penerapan inovasi ramah lingkungan dan penguatan kolaborasi usaha. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model inovasi keberlanjutan industri kreatif berbasis green innovation, collaborative core values, dan green dynamic capability dalam meningkatkan sustainable competitive advantage. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Populasi penelitian adalah pelaku industri kreatif sektor kerajinan dan fashion di Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis berpengaruh positif dan signifikan. Collaborative core values berpengaruh terhadap green innovation dan sustainable competitive advantage. Green innovation terbukti meningkatkan sustainable competitive advantage, sedangkan green dynamic capability mampu memperkuat hubungan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi budaya kolaboratif, inovasi hijau, dan kapabilitas dinamis menjadi strategi penting dalam membangun daya saing industri kreatif berbasis keberlanjutan di wilayah lahan basah.
Copyrights © 2026