Wanita masa premenopause mengalami berbagai perubahan fisiologis akibat ketidakseimbangan hormon yang berdampak pada kesehatan reproduksi, termasuk penurunan fungsi seksual seperti berkurangnya keinginan seksual, lubrikasi yang tidak optimal, rasa tidak nyaman saat berhubungan, serta menurunnya kepuasan seksual. Kondisi ini menuntut adanya intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah dilakukan, dan dapat diadaptasi oleh masyarakat. Salah satu upaya yang dapat diberikan adalah latihan orhiba berbasis gerakan ritmis, relaksasi, dan peregangan serta dikombinasikan dengan latihan otot dasar panggul atau kegel. Kombinasi ini mampu meningkatkan kekuatan otot dasar panggul, memperbaiki sirkulasi darah, serta fungsi seksual. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wanita premenopause dalam melakukan OKE (Orhiba kombinasi Kegel Exercise) secara benar dan kontinu. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui edukasi, demonstrasi dan pelatihan, praktik mandiri, serta pendampingan intensif kepada kelompok perempuan di Desa Wisata Baktiseraga selama 1,5 bulan dengan sasaran kelompok ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). Evaluasi keterampilan dilakukan menggunakan lembar observasi melalui penilaian awal dan penilaian setelah pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek keterampilan peserta meliputi ketepatan mengikuti irama gerakan, kesesuaian postur tubuh, koordinasi gerakan, kemampuan melakukan kontraksi dan relaksasi otot dasar panggul, kemampuan menggabungkan gerakan orhiba dan kegel, serta durasi latihan yang mampu diikuti. Peserta mampu mempraktikkan gerakan secara lebih teratur dan tepat setelah latihan mandiri rutin di rumah. Dampak yang dirasakan meliputi tubuh lebih bugar, postur lebih stabil dan rileks, meningkatnya kekuatan otot dasar panggul, serta peningkatan kepercayaan diri dalam konteks fungsi seksual. Kegiatan ini juga memperkuat kesadaran peserta mengenai pentingnya kesehatan reproduksi sebagai bagian dari kualitas hidup wanita premenopause. Luaran yang dihasilkan dari program ini mencakup peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, video pelaksanaan kegiatan, laporan pengabdian serta rencana keberlanjutan kegiatan PKK desa. Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan kesehatan perempuan premenopause melalui intervensi olahraga yang mudah diterapkan dan berpotensi menjadi program berkelanjutan di masyarakat.
Copyrights © 2026