Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN ASUHAN KEBIDANAN SECARA HOLISTIK BERBASIS TRI HITA KARANA DI PELAYANAN KESEHATAN TINGKAT DASAR Luh Ari Arini
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 5 No. 1 (2020): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.917 KB) | DOI: 10.52073/midwinerslion.v5i1.132

Abstract

Dalam mewujudkan pelayanan yang optimal pada ibu dan anak diperlukan bidan yang berkompeten dalam pemberian asuhan. Bidan juga harus memberikan asuhan yang aman dan nyaman, tidak terlepas dari nilai-nilai kearifan lokal budaya setempat. Dalam hal ini seperti budaya di Bali yang mengusung konsep Tri Hita Karana (tiga macam hubungan yang harmonis). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan asuhan kebidanan yang berbasis THK. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian yaitu analitik observasional. Hasil penelitian menunjukan bahwa bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan selalu berlandaskan dengan nilai-nilai ketuhanan, bersikap ramah terhadap pasien dan pemanfaatan lingkungan sebagai tanaman obat tradisional yang berguna bagi kesembuhan pasiennya, secara keseluruhan diwujudkan bidan dalam pemberian asuhan sayang ibu dan bayi. Berdasarkan hal tersebut diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi dan tercapai tatanan hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.
IMPLEMENTASI KONSEP TRI HITA KARANA DALAM PRAKTEK PELAYANAN KEBIDANAN PADA PRAKTEK MANDIRI BIDAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULELENG I luh nik armini; Komang Sulyastini; Ketut Espana Giri; Luh Ari Arini
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 5 No. 1 (2020): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.386 KB) | DOI: 10.52073/midwinerslion.v5i1.140

Abstract

Midwifery services are activities providing assistance by midwives who are trained and licensed to mothers. Midwives must prioritize the delivery of midwifery services based on local wisdom or local culture so that between service providers and service recipients there is a balanced relationship. This study aims to determine the implementation or application of the concept of Tri Hita Karana in midwifery service practice in the Midwife Independent Practices in the Work Area of the Buleleng I Community Health Center. This type of research is a case study with a qualitative approach. Data is collected through observation and interviews. All participants have implemented the concept of Tri Hita Karana in Midwifery Service Practices in the Midwife Independent Practice in the Work Area of the Buleleng I Community Health Center
ANALISIS PENGETAHUAN REMAJA PUTR ANALISIS PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP PERILAKU HYGINE MENSTRUASI REMAJA PUTRI: STUDI KASUS PADA SMP DESA SUDAJI SINGARAJA: ANALISIS PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP PERILAKU HYGINE MENSTRUASI REMAJA PUTRI: STUDI KASUS PADA SMP DESA SUDAJI SINGARAJA Ketut Espana Giri; Luh Ari Arini
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 5 No. 2 (2020): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.233 KB) | DOI: 10.52073/midwinerslion.v5i2.194

Abstract

Every normal teenage girl experiences menstruation every month marked by the discharge of blood from the genitals. If menstruation does not maintain menstrual hygiene, it can cause the entry and development of phatogenic bacteria which can cause reproductive problems. The study was conducted to determine the knowledge of young women on menstrual hygiene behavior at SMP Desa Sudaji, Singaraja. This type of research is a cross-sectional design and data analysis techniques using the Wilcoxon test to determine the relationship between knowledge of young women on menstrual hygiene behavior in young women. Based on the results of the study showed significant results with p values ​​of 0.037 and p 0.000, which proved that there was a significant relationship between these variables.
Pelatihan dan Pendampingan OKE (Orhiba-Kegel Exercise) Wanita Premenopause Di Desa Baktiseraga Bali Anjar Tri Astuti; Luh Ari Arini; Rahutama Atidira; Putu Irma Pratiwi
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i2.25503

Abstract

Wanita masa premenopause mengalami berbagai perubahan fisiologis akibat ketidakseimbangan hormon yang berdampak pada kesehatan reproduksi, termasuk penurunan fungsi seksual seperti berkurangnya keinginan seksual, lubrikasi yang tidak optimal, rasa tidak nyaman saat berhubungan, serta menurunnya kepuasan seksual. Kondisi ini menuntut adanya intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah dilakukan, dan dapat diadaptasi oleh masyarakat. Salah satu upaya yang dapat diberikan adalah latihan orhiba berbasis gerakan ritmis, relaksasi, dan peregangan serta dikombinasikan dengan latihan otot dasar panggul atau kegel. Kombinasi ini mampu meningkatkan kekuatan otot dasar panggul, memperbaiki sirkulasi darah, serta fungsi seksual. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wanita premenopause dalam melakukan OKE (Orhiba kombinasi Kegel Exercise) secara benar dan kontinu. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui edukasi, demonstrasi dan pelatihan, praktik mandiri, serta pendampingan intensif kepada kelompok perempuan di Desa Wisata Baktiseraga selama 1,5 bulan dengan sasaran kelompok ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga). Evaluasi keterampilan dilakukan menggunakan lembar observasi melalui penilaian awal dan penilaian setelah pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek keterampilan peserta meliputi ketepatan mengikuti irama gerakan, kesesuaian postur tubuh, koordinasi gerakan, kemampuan melakukan kontraksi dan relaksasi otot dasar panggul, kemampuan menggabungkan gerakan orhiba dan kegel, serta durasi latihan yang mampu diikuti. Peserta mampu mempraktikkan gerakan secara lebih teratur dan tepat setelah latihan mandiri rutin di rumah. Dampak yang dirasakan meliputi tubuh lebih bugar, postur lebih stabil dan rileks, meningkatnya kekuatan otot dasar panggul, serta peningkatan kepercayaan diri dalam konteks fungsi seksual. Kegiatan ini juga memperkuat kesadaran peserta mengenai pentingnya kesehatan reproduksi sebagai bagian dari kualitas hidup wanita premenopause. Luaran yang dihasilkan dari program ini mencakup peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, video pelaksanaan kegiatan, laporan pengabdian serta rencana keberlanjutan kegiatan PKK desa. Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan kesehatan perempuan premenopause melalui intervensi olahraga yang mudah diterapkan dan berpotensi menjadi program berkelanjutan di masyarakat.