Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling (BK) di sekolah dasar pada umumnya masih menjadi tanggung jawab guru kelas karena keterbatasan jumlah guru BK di sekolah. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai calon guru untuk memiliki kompetensi dasar dalam penerapan layanan BK. Namun, sebagian mahasiswa PGSD masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam memahami konsep BK, mengidentifikasi masalah siswa, menerapkan teknik konseling dasar, serta menyusun program BK sederhana. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa PGSD dalam penerapan bimbingan dan konseling di sekolah dasar. Kegiatan PKM dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, dengan melibatkan 16 mahasiswa Program Studi PGSD Universitas Terbuka sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, simulasi, praktik penyusunan program BK, serta pendampingan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi peserta pada seluruh aspek yang diukur. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 58,91 pada saat pre-test menjadi 87,19 pada saat post-test dengan peningkatan sebesar 28,29 poin. Berdasarkan aspek kompetensi, pemahaman konsep BK meningkat dari 62,50 menjadi 89,38, identifikasi masalah siswa meningkat dari 60,63 menjadi 88,13, teknik dasar konseling meningkat dari 57,50 menjadi 86,88, dan penyusunan program BK meningkat dari 55,00 menjadi 84,38. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa PGSD terkait penerapan layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar
Copyrights © 2026