Daging merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat digemari oleh masyarakat karena kualitas dan kandungan proteinnya yang tinggi. Dalam praktik pengolahan pangan, berbagai metode seperti perebusan, penggorengan, dan pemanggangan, diketahui dapat memengaruhi sifat fisik dan sensoris daging, termasuk tekstur serta warnanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai metode pengolahan (perebusan, penggorengan, dan pemanggangan) terhadap karakteristik tekstur dan warna daging celeng. Metode pengujian tekstur menggunakan Texture Analyzer dengan parameter hardness, springiness, cohesiveness, gumminess, dan chewiness, serta pengujian warna menggunakan Chroma Meter CR-400 untuk mengukur kecerahan (L*), kemerahan (a*), kekuningan (b*), chroma (C), dan hue (h). Hasil penelitian menunjukkan metode pengolahan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tekstur daging. Namun pada pada analisis warna ditemukan pengaruh yang nyata, dimana daging celeng yang direbus memiliki nilai h* (62,25%) tertinggi menunjukkan warna cenderung lebih pucat dibandingkan metode lainnya. Daging celeng yang digoreng memiliki b* (23,20%) dan C* (26,49%) tertinggi yang menunjukan warna lebih jenuh dan intens. Daging celeng yang dipanggang memiliki L* (58,76%) tertinggi yang menunjukkan warna lebih terang dibandingkan metode lain. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik warna memberikan pegaruh terhadap perubahan akibat metode pengolahan dibandingkan tekstur.
Copyrights © 2026