Ransomware merupakan salah satu ancaman siber yang semakin meningkat, ditandai dengan penyanderaan data penting dan permintaan tebusan dari pelaku kejahatan. Serangan ini menimbulkan kerugian besar, baik secara finansial maupun operasional, pada organisasi dan individu. Salah satu pendekatan keamanan modern yang mulai banyak diadopsi adalah Zero Trust Architecture (ZTA), yang berprinsip pada "never trust, always verify". Studi ini bertujuan untuk meninjau literatur terkait penerapan Zero Trust Architecture dalam mencegah serangan ransomware. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah publikasi ilmiah, white paper, dan laporan keamanan siber periode 2015–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa Zero Trust dapat memperkuat lapisan keamanan melalui segmentasi jaringan, autentikasi multifaktor, enkripsi data, serta monitoring aktivitas secara real-time. Dengan penerapan prinsip ini, ruang gerak ransomware dapat dibatasi, sehingga serangan dapat dicegah atau dampaknya diminimalisir. Penelitian ini menegaskan bahwa Zero Trust bukan hanya teknologi, tetapi paradigma yang perlu diterapkan secara menyeluruh pada kebijakan keamanan organisasi.
Copyrights © 2026