Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara help-seeking behavior dan kesehatan mental pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 211 mahasiswa aktif di Kota Samarinda berusia 18–46 tahun yang berasal dari berbagai perguruan tinggi. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik non-probability sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala help-seeking behavior dan skala kesehatan mental, kemudian dianalisis menggunakan bantuan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat help-seeking behavior pada kategori sedang (39%) dan kesehatan mental pada kategori sedang (41%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara help-seeking behavior dan kesehatan mental mahasiswa (p = 0,599 > 0,05). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,001) menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel sangat lemah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesehatan mental mahasiswa kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Copyrights © 2026