Remaja putri rentan mengalami anemia defisiensi besi dan stres yang berdampak pada kesehatan reproduksi, kesejahteraan psikologis, serta prestasi akademik. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi anemia remaja putri di Indonesia mencapai 48,9%. Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) telah digulirkan pemerintah, namun implementasinya di sekolah masih belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terkait anemia dan stres melalui edukasi interaktif berbasis multimedia. Sebanyak 40 siswi SMAN 3 Kota Pontianak mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi pre-test, penyuluhan melalui video edukatif, diskusi interaktif, dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan, di mana kategori tinggi meningkat dari 35% (pre-test) menjadi 80% (post-test), sementara kategori rendah turun dari 12,5% menjadi 0%. Uji paired t-test menunjukkan perbedaan bermakna (p < 0,05). Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam diskusi dan kuis interaktif, serta mengapresiasi buku saku digital yang diberikan. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan remaja, khususnya dalam isu anemia dan stres, sekaligus menguatkan implementasi PKPR di sekolah. Disarankan agar kegiatan serupa menjadi program rutin sekolah dengan dukungan UKS, guru, tenaga kesehatan, dan perguruan tinggi untuk keberlanjutan program.
Copyrights © 2026