Abstrak. Memasuki jenjang perguruan tinggi menghadapkan mahasiswa baru pada stres transisional akibat tuntutan kemandirian belajar yang tinggi di universitas dengan iklim kompetisi yang ketat. Kondisi ini rentan menurunkan efikasi diri akademik dan memicu prokrastinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam meningkatkan efikasi diri akademik pada mahasiswa baru. Menggunakan pendekatan eksperimen kasus tunggal (single case study), intervensi diberikan kepada seorang mahasiswa baru berusia 17 tahun. ntervensi CBT dilakukan sebanyak 5 sesi (@ 1,5 jam) selama 3 minggu dengan fokus pada identifikasi pikiran otomatis negatif (negative automatic thoughts) dan restrukturisasi kognitif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan Skala Academic Self-Efficacy. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan skor efikasi diri akademik dari fase baseline (X = 91, kategori sedang) menjadi (X = 104, kategori sedang mendekati tinggi) pada fase pasca-intervensi. Secara kualitatif, terjadi rekonstruksi orientasi tujuan belajar dari performance-approach goal menjadi mastery goal, yang ditandai dengan penurunan perilaku prokrastinasi (seperti menonton drama Korea dan scrolling media sosial berlebihan) serta peningkatan kemampuan regulasi diri dalam menyusun jadwal harian dan berpartisipasi aktif di kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi CBT efektif meningkatkan efikasi diri akademik dan memulihkan fungsi adaptasi mahasiswa baru. Kata Kunci: Cognitive Behavior Therapy, Efikasi Diri Akademik, Mahasiswa Baru
Copyrights © 2026