Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Psikoedukasi Regulasi Emosi untuk Mengurangi Perilaku Melanggar pada Siswa Melalui Teknik Mindfulness Fadillah Fira Firmanilah; Diah Ayu Permatasari; Roselina Dwi Hormansyah; Rizkia Hidayati; Kasmayani Karim
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i2.84992

Abstract

Adolescents undergoing a dynamic phase of emotional developmemt often exhibit high levels of impulsivity, which increases their vulnerability to aggressive behavior and rule violations when emotional regulation is inadequate. This study aims to enhance students’ emotion regulation skills in order to reduce rule-breaking behavior through a mindfulness-based psychoeducational program. A psychoeducational intervention was conducted using three stages: preparation, implementation, and evaluation. The participants consisted of 20 students from SMA Kartika XX-1 Makassar with a documented history of disciplinary violations. Data were collected thorugh participants attendance, observation of engagement, and feedback on the program materials. The fingdings indicate that the program was successfully implemented, as evidenced by a 100 % attendance rate, active participation, and predominantly positive responses from participants. Most students reported that the materials were relevant, easy to understand and applicable to their daily lives. Furthermore, participants demonstrated improved emotional awareness, enhanced self-control, and increased motivation to adobt more adaptive behaviors. In conclusion, mindfulness-based psychoeducation is an effective intervention strategy for improving student’s emotion regulation and reducing rule-violating behavior in the school setting. This program also holds strong potential for sustainable implementation as part of broader efforts to support character development and promote students’ mental health.
Efektivitas CBT untuk Meningkatkan Efikasi Diri Akademik pada Mahasiswa Rizkia Hidayati
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Vol 6, No 1 (2026): SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/societies.v6i1.86707

Abstract

Abstrak. Memasuki jenjang perguruan tinggi menghadapkan mahasiswa baru pada stres transisional akibat tuntutan kemandirian belajar yang tinggi di universitas dengan iklim kompetisi yang ketat. Kondisi ini rentan menurunkan efikasi diri akademik dan memicu prokrastinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam meningkatkan efikasi diri akademik pada mahasiswa baru. Menggunakan pendekatan eksperimen kasus tunggal (single case study), intervensi diberikan kepada seorang mahasiswa baru berusia 17 tahun. ntervensi CBT dilakukan sebanyak 5 sesi (@ 1,5 jam) selama 3 minggu dengan fokus pada identifikasi pikiran otomatis negatif (negative automatic thoughts) dan restrukturisasi kognitif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan Skala Academic Self-Efficacy. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan skor efikasi diri akademik dari fase baseline (X = 91, kategori sedang) menjadi (X = 104, kategori sedang mendekati tinggi) pada fase pasca-intervensi. Secara kualitatif, terjadi rekonstruksi orientasi tujuan belajar dari performance-approach goal menjadi mastery goal, yang ditandai dengan penurunan perilaku prokrastinasi (seperti menonton drama Korea dan scrolling media sosial berlebihan) serta peningkatan kemampuan regulasi diri dalam menyusun jadwal harian dan berpartisipasi aktif di kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi CBT efektif meningkatkan efikasi diri akademik dan memulihkan fungsi adaptasi mahasiswa baru.  Kata Kunci: Cognitive Behavior Therapy, Efikasi Diri Akademik, Mahasiswa Baru  
Terapi kognitif untuk meningkatkan kontrol diri siswa dengan perilaku membolos Rizkia Hidayati; Roselina Dwi Hormansyah
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 14 No. 2 (2026): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to improve self-control and reduce truancy behavior in Vocational High School (SMK) students through cognitive therapy intervention. The subject of the study was an 11th-grade male student who was at risk of dropping out due to low self-control and negative peer conformity. The research method used a descriptive quantitative approach with a single case study design, with cognitive intervention therapy given in 5 sessions and focusing on cognitive restructuring techniques. The results showed a significant increase in self-control and a decrease in the frequency of truancy, from 10 times to 2 times a month. This behavioral change was driven by the success of cognitive restructuring on automatic negative thoughts and strengthening the subject's internal motivation to improve academic performance. The conclusion of this study confirms that cognitive therapy is effective in helping students regulate themselves and overcome disciplinary problems at school.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kontrol diri dan mereduksi perilaku membolos pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui intervensi terapi kognitif. Subjek penelitian adalah seorang siswa laki-laki kelas 11 yang menghadapi risiko dikeluarkan dari sekolah (drop out) akibat kontrol diri yang rendah dan konformitas negatif teman sebaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal (single case study), dengan terapi intervensi kognitif diberikan sebanyak 5 sesi dan berfokus pada teknik restrukturisasi kognitif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kontrol diri yang signifikan dan penurunan frekuensi membolos, dari 10 kali menjadi 2 kali dalam sebulan. Perubahan perilaku ini didorong oleh keberhasilan restrukturisasi kognitif terhadap pikiran negatif otomatis serta penguatan motivasi internal subjek untuk memperbaiki performa akademik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa terapi kognitif efektif dalam membantu siswa meregulasi diri dan mengatasi masalah kedisiplinan di sekolah.