Abstrak. Perubahan teknologi, pola kerja, struktur organisasi, dan tuntutan pelanggan membuat karyawan perlu mempertahankan efektivitas dalam situasi kerja yang semakin dinamis. Meskipun kajian mengenai kinerja adaptif terus berkembang, konsep ini masih sering digunakan secara tumpang tindih dengan adaptabilitas, proaktivitas, resiliensi, dan ketangkasan belajar. Selain itu, hasil penelitian mengenai dimensi, pengukuran, serta faktor yang berkaitan dengan kinerja adaptif masih tersebar dalam berbagai konteks pekerjaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konseptualisasi dan dimensi kinerja adaptif serta mengidentifikasi faktor individual dan kontekstual yang berkaitan dengannya. Penelitian menggunakan pendekatan literature review dengan menelaah 15 artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan. Data dianalisis melalui sintesis naratif-tematik dengan mengelompokkan temuan ke dalam dua tema utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa kinerja adaptif merupakan perilaku kerja yang ditampilkan individu dalam merespons atau mengantisipasi perubahan tugas, teknologi, hubungan kerja, dan kondisi organisasi. Kinerja adaptif mencakup kemampuan memecahkan masalah secara kreatif, mempelajari tugas dan teknologi baru, menyesuaikan hubungan interpersonal, mengelola stres, serta menghadapi situasi tidak terduga. Faktor yang berkaitan dengannya meliputi kemampuan kognitif, efikasi diri, pengalaman, modal psikologis, self-leadership, pelatihan, otonomi kerja, job crafting, dukungan sosial, kepemimpinan, dan dukungan organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan kinerja adaptif perlu dilakukan melalui pendekatan terintegrasi yang menghubungkan kapasitas individu dengan desain pekerjaan, kepemimpinan, pembelajaran, dan dukungan organisasi.Kata Kunci: Kinerja Adaptif; Adaptabilitas; Perubahan Organisasi; Kinerja Karyawan; Lingkungan.
Copyrights © 2026