Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana pendidikan multikultural diterapkan untuk membangun toleransi di antara organisasi Islam di sekolah dasar Islam Karangjati. Pendekatan penelitian yang dipakai adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan lewat observasi, wawancara, dan dokumentasi dari kepala sekolah, guru PAI, dan siswa kelas IV. Penelitian ini berfokus pada cara mengajarkan nilai toleransi terkait perbedaan organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan lainnya melalui pembelajaran, budaya sekolah, dan kegiatan keagamaan bersama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural dilakukan dengan memasukkan nilai toleransi dalam pembelajaran, membiasakan sikap saling menghargai, serta mencontohkan sikap guru dalam perbedaan praktik ibadah. Selain itu, sekolah juga menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang menekankan ukhuwah Islamiyah dan persatuan tanpa membedakan organisasi siswa. Guru berperan sebagai agen sosialisasi utama yang sangat memengaruhi pembentukan sikap terbuka, menghargai perbedaan, dan mengurangi potensi konflik antar siswa. Dengan demikian, pendidikan multikultural di SD Islam berperan penting dalam membangun toleransi antarorganisasi Islam sejak dini secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026