Fenomena masifnya konektivitas seluler di Indonesia yang mencapai 331 juta koneksi dengan tingkat kepemilikan smartphone sebesar 98,7% yang secara fundamental telah mengubah pola interaksi komunikasi dalam keluarga. Aktivitas Komunikasi digital Ibu yang mulai dari kurasi momen hingga dokumentasi performatif, kini menjadi stimulus visual dominan yang memicu perilaku imitasi pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aktivitas komunikasi digital Ibu terhadap perilaku imitasi anak usia 4-6 tahun di Kabupaten Bandung. Menggunakan kerangka teori S-O-R dan Teori Belajar Sosial Albert Bandura, studi kuantitatif ini melibatkan 110 responden ibu yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang sangat kura (=0,857) antara aktivitas komunikasi digital ibu dan perilaku imitasi anak. Nilai koefisien determinasi (2=0,734) mengindikasi bahwa aktivitas komunikasi digital ibu memberikan kontribusi pengaruh sebesar 73,4%, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal lainnya. Temuan ini membuktikan secara empiris bahwa anak dalam fase golden age melakukan internalisasi terhadap peran Ibu dan mereproduksinya dalam bentuk tindakan “sadar kamera” serta imitasi gestur Ibu. Sehingga penelitian ini menegaskan bahwa ibu berfungsi sebagai model digital yang secara signifikan membentuk karakter dan perilaku anak sejak dini.
Copyrights © 2026