Berpikir kritis merupakan kemampuan yang harus di tingakatkan oleh siswa, tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode problem solving terhadap kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan hasil tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test). Metode penelitian yang diterapkan yaitu Quasy experimental desain model pretest-postest nonequivalent control group. Penelitian ini menggunakan 3 tahap teknik analisis data yaitu uji instrumen penelitian, kemudian uji prasyarat analisis data melalui uji homogenitas dan uji normalitas, dilanjutkan dengan uji analisis data menggunakan uji-t dan uji N-Gain. Hasil dari penelitian ini membuktikan metode problem solving meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Nilai rata-rata post- test kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol.
Copyrights © 2026