Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar menempatkan literasi matematika sebagai kompetensi inti, khususnya pada Fase C yang menekankan kemampuan bernalar kritis dalam menghadapi fenomena ketidakpastian melalui elemen Analisis Data dan Peluang. Namun, materi peluang sering dianggap abstrak dan sulit bagi siswa karena sifatnya yang berlawanan dengan intuisi keseharian. Penelitian ini merupakan sebuah Systematic Literature Review (SLR) yang bertujuan untuk menganalisis strategi siswa dalam menyelesaikan masalah matematika berbasis kontekstual pada materi peluang di Fase C sekolah dasar. Berdasarkan tinjauan terhadap berbagai literatur ilmiah, ditemukan bahwa strategi siswa berkembang secara dinamis dari pemahaman intuisi informal menuju aplikasi model matematika formal melalui mediasi masalah realistik.Hasil analisis menunjukkan pola strategi yang konsisten berdasarkan tahapan Polya, di mana mayoritas siswa menunjukkan performa tinggi dalam memahami masalah, namun mengalami penurunan signifikan pada tahap merencanakan (62,5%) dan melaksanakan rencana (45,83%), serta sangat rendah dalam tahap memeriksa kembali (12,5%). Diagnosis melalui Prosedur Newman mengungkap bahwa kesalahan transformasi dan keterampilan proses menjadi rintangan utama bagi siswa berkemampuan sedang dan rendah. Selain itu, ditemukan miskonsepsi yang persisten seperti pertimbangan subjektif dan negative recency yang menghambat penalaran probabilistik siswa. Sebagai solusi pedagogis, implementasi pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dan Game-Based Learning (GBL) dengan media konkret (seperti ular tangga, dadu, dan koin) terbukti efektif dalam membangun intuisi peluang dan meningkatkan ketuntasan belajar siswa secara signifikan. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penguatan materi prasyarat numerasi dan penggunaan konteks literasi finansial untuk menjadikan pembelajaran peluang lebih bermakna di tingkat dasar.
Copyrights © 2026