Diskursus modern cenderung mengidealkan otonomi dan kemandirian diri (self-reliance) sebagai kebajikan utama, sehingga berpotensi meminggirkan dimensi transendensi dalam kehidupan etis dan religius. Kitab Amsal 3:5-6 menawarkan narasi tandingan dengan merekonstruksi orientasi hidup manusia dari ketergantungan pada akal budi sendiri menuju kepercayaan penuh kepada Tuhan. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi pergeseran paradigmatik tersebut melalui eksegesis teks Ibrani serta relevansinya bagi kekristenan kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis gramatikal berdasarkan bahasa ibrani versi Westminster Leningrad Codex. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa struktur imperatif dan larangan dalam teks mengkritik absolutisasi rasio manusia sekaligus menempatkan pengakuan kepada Tuhan dalam totalitas hidup. Kesimpulannya, Amsal 3:5-6 mengartikulasikan epistemologi transformatif dari self-reliance menuju God-reliance yang holistik dan integratif serta relevan bagi spiritualitas serta pembentukan karakter Kristen masa kini.
Copyrights © 2026