Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan fungsi campur kode dalam buku teks Bahasa Indonesia jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas VII, VIII, dan IX. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap buku teks Bahasa Indonesia yang direkomendasikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Data penelitian berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung campur kode pada teks bacaan, dialog, instruksi tugas, dan rubrik pendukung. Analisis jenis campur kode mengacu pada klasifikasi Muysken, sedangkan analisis fungsi merujuk pada Pokhrel dan Nisak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis campur kode yang dominan adalah penyisipan (insertion) berupa kata dan frasa, sementara peralihan (alternation) ditemukan secara terbatas. Dari segi fungsi, campur kode paling banyak digunakan untuk mencerminkan realitas kebahasaan masyarakat, diikuti fungsi pedagogis, penjelasan konsep yang tidak memiliki padanan dalam bahasa Indonesia, serta penyampaian konsep budaya lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa campur kode dimanfaatkan secara fungsional sebagai strategi pembelajaran yang kontekstual dan adaptif.
Copyrights © 2026