Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran motivasi kepala sekolah dalam membangun budaya kerja kolaboratif di SDS Tunas Cahaya. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk motivasi yang diberikan kepala sekolah, strategi dalam mendorong kerja sama antarguru, keterlibatan kepala sekolah dalam kegiatan kolaboratif, serta dampaknya terhadap hubungan kerja dan kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dua orang guru, observasi lapangan, dan dokumentasi kegiatan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi yang diberikan kepala sekolah cenderung bersifat nonmaterial dan informal, seperti pemberian apresiasi, dukungan moral, komunikasi personal, serta keterlibatan langsung dalam aktivitas sekolah. Kepala sekolah juga aktif mendorong kolaborasi melalui pembentukan tim kerja, rapat rutin, diskusi pembelajaran, lesson study, dan penyusunan perangkat ajar secara bersama. Keterlibatan kepala sekolah yang partisipatif menciptakan hubungan kerja yang dekat, terbuka, dan saling percaya. Dampak motivasi tersebut terlihat pada meningkatnya kreativitas guru, semangat kerja, serta kualitas kerja sama antarguru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi kepala sekolah berperan penting dalam membentuk budaya kerja kolaboratif yang mendukung peningkatan mutu sekolah. Oleh karena itu, kepala sekolah disarankan untuk terus memperkuat pola kepemimpinan partisipatif, komunikasi terbuka, dan apresiasi berkelanjutan kepada guru
Copyrights © 2026