Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Literature Review: Hubungan Tingkat Pengetahuan Asma dengan Tingkat Kontrol Asma Khairunnisa Khairunnisa; Farida Heriyani; Ira Nurrasyidah
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.985 KB)

Abstract

Abstract: WHO estimates that the quantity of people with asthma in the world is around 235 million. Achieving controlled asthma in patients and maintaining control status in a controlled state are the goals of asthma management. Patients knowledge regarding asthma is one of the factors that influence asthma control. Asthma patients who have sufficient knowledge of asthma will have asthma under control. The purpose of writing this article is to find out how the relationship between the level of knowledge of asthma and the level of asthma control in asthma patients. Writing is done by analyzing related literature obtained from search results on electronic databases, namely: PubMed - MEDLINE, Google Schoolar, Science Direct, and official websites such as GINA, WHO and the Ministry of Health. The design used was a literature review, the articles included in Indonesian and English were published in 2010 - 2020. In this literature review, 20 articles were included. Of all the articles included in the literature review, the results showed a significant relationship between the level of knowledge of asthma and the level of asthma control in asthma patients. Keywords: asthma, asthma knowledge, and asthma control. Abstrak: WHO memperkirakan jumlah penderita asma di dunia sekitar 235 juta. Tercapainya asma yang terkontrol pada penderita serta mempertahankan status kontrolnya pada keadaan terkontrol merupakan tujuan dari penatalaksanaan asma. Pengetahuan pasien terkait asma merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kontrol asma. Penderita asma yang mempunyai pengetahuan asma yang cukup akan memiliki asma yang terkontrol. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahuai bagaimana  hubungan terkait  tingkat pengetahuan asma dengan tingkat kontrol asma pada penderita asma. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian pada database elektronik yaitu: PubMed – MEDLINE, Google Schoolar, Science Direct, dan situs web resmi seperti GINA, WHO dan Kemenkes. Desain yang digunakan adalah literature review, artikel yang disertakan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang dipublikasikan pada tahun 2010 – 2020. Pada literature review ini disertakan 20 artikel. Dari semua artikel yang disertakan dalam literature review menunjukkan hasil adanya hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan asma dengan tingkat kontrol asma pada penderita asma. Kata-kata kunci: asma, pengetahuan asma, dan kontrol asma.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS HOTS MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR UNTUK SISWA SMP KELAS VIII Khairunnisa Khairunnisa; Hidayah Ansori; Yuni Suryaningsih
JURMADIKTA Vol 3 No 1 (2023): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v3i1.1446

Abstract

Penggunaan media pembelajaran satu arah pada pembelajaran daring membuat interaksi menjadi terbatas, sehingga tidak mendorong keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Disamping itu, permasalahan terkait kemampuan kognitif akan selalu ada dan terus menjadi momok persoalan yang belum terselesaikan. Berdasarkan pengamatan peneliti, terdapat permasalahan peserta didik dimana mereka hanya dapat menyelesaikan soal yang sama persis dengan contoh dan kesulitan menyelesaikan permasalahan baru. Hal ini dikarenakan rendahnya kemampuan menganalisis peserta didik dan hanya terbiasa menyelesaikan soal-soal dengan tingkatan kognitif mengingat, memahami, dan menerapkan saja. Permasalahan ini tentu akan berpengaruh signifikan pada hasil belajar peserta didik nantinya. Oleh sebab itu perlunya pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis HOTS yang dapat mendorong dan menuntut keaktifan peserta didik, melatih, serta meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses dan menghasilkan media pembelajaran interaktif berbasis HOTS materi bangun ruang sisi datar yang mencukupi kriteria valid untuk siswa SMP/MTs. Proses pengembangan menggunakan model Four-D yang dibatasi hanya sampai tiga tahapan, yaitu define, design, dan development. Berdasarkan hasil uji validitas ketiga validator pada tahap development diperoleh nilai 85,20% berdasarkan kriteria validitas menyatakan sangat valid. Hal ini berarti bahwa media pembelajaran interaktif sangat baik, dapat dan layak digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
EVALUASI VIDEO TUTORIAL PROSES PRODUKSI MULTIMEDIA SEBAGAI SUMBER BELAJAR PESERTA DIDIK SMKN 1 AMUNTAI Khairunnisa Khairunnisa; Hamsi Mansur; Zaudah Cyly Arrum Dalu
J-INSTECH Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/j-instech.v4i2.8759

Abstract

Video tutorial digunakan dalam rangka menarik perhatian dan kemandirian siswa dalam memahami materi, sesuai dengan video yang dikembangkan terdapat visualisasi berupa gambar, dan materi yang dapat di mengerti oleh siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan dan kelayakan isi, media dan desain pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif, teknik analisis statistik deskriptif dan jenis evaluasi formatif. Subjek dari penelitian ini peserta didik kelas XII Multimedia SMKN 1 Amuntai, dan objek dari penelitian ini media pembelajaran video tutorial proses produksi multimedia. Sehingga dapat disimpulkan media video tutorial di kategorikan “Layak dan Efektif” menjadi sumber belajar pada mata pelajaran Teknik Audio Video kelas XII Smkn 1 Amuntai.
MOTIVASI NONMATERIAL KEPALA SEKOLAH DAN PRAKTIK KOLABORATIF GURU: STUDI KUALITATIF DI SDS TUNAS CAHAYA Khairunnisa Khairunnisa; Aliza Rifka Zuhairiah; Wiwik Indrasari; Tanti Apriani; Rahmaniah Rahmaniah; Ahmad Suriansyah; Ratna Purwanti
Jurnal Serasi Vol 24, No 1 (2026): Jurnal Serasi Vol 24 No 1 April 2026
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/js.v24i1.4551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran motivasi kepala sekolah dalam membangun budaya kerja kolaboratif di SDS Tunas Cahaya. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk motivasi yang diberikan kepala sekolah, strategi dalam mendorong kerja sama antarguru, keterlibatan kepala sekolah dalam kegiatan kolaboratif, serta dampaknya terhadap hubungan kerja dan kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dua orang guru, observasi lapangan, dan dokumentasi kegiatan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi yang diberikan kepala sekolah cenderung bersifat nonmaterial dan informal, seperti pemberian apresiasi, dukungan moral, komunikasi personal, serta keterlibatan langsung dalam aktivitas sekolah. Kepala sekolah juga aktif mendorong kolaborasi melalui pembentukan tim kerja, rapat rutin, diskusi pembelajaran, lesson study, dan penyusunan perangkat ajar secara bersama. Keterlibatan kepala sekolah yang partisipatif menciptakan hubungan kerja yang dekat, terbuka, dan saling percaya. Dampak motivasi tersebut terlihat pada meningkatnya kreativitas guru, semangat kerja, serta kualitas kerja sama antarguru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi kepala sekolah berperan penting dalam membentuk budaya kerja kolaboratif yang mendukung peningkatan mutu sekolah. Oleh karena itu, kepala sekolah disarankan untuk terus memperkuat pola kepemimpinan partisipatif, komunikasi terbuka, dan apresiasi berkelanjutan kepada guru
KOMUNIKASI LINGKUNGAN DALAM PARIWISATA, PELESTARIAN, & KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN DI DESA TAMPAKANG & PULAU SAMBUJUR, KALIMANTAN SELATAN Akbar Apriandi Salam; Deyan Fernandy; Dhea Putri Pramesti; Fidelya Shula; Ghina Salsabella Setiawan; Khairunnisa Khairunnisa; Mayang Puspita; Muhammad Arsyada Mumin; Muhammad Rizky Anwari; Mosa Kanaka Thaariq Tuska; Tegar Karang Syahadat
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i1.23726

Abstract

Pariwisata telah mengambil peran penting dalam meningkatkan pendapatan daerah tempat objek wisata di Indonesia terutama pada Provinsi Kalimantan Selatan. Pulau Sambujur yang terletak di Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara, dengan pemandangan alam, pepohonan rindang dan kerbau rawa nya berpotensi menjadi objek wisata Kalimantan Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktar-faktor yang menghambat pengembangan Pulau Sambujur sebagai objek wisata. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan perspektif partisipan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi. Partisipan pada penelitian ini dipilih secara purposive berdasarkan kriteria tertentu, berjumlah 6 orang (Tokoh masyrakat, ibu rumah tangga, dan pemuda yang ada di Desa Tampakang). Teknik analisis data menggunakan analisis tematik mengaitkan temuan dengan literatur yang relevan dan teori yang mendasari penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan, menunjukkan bahwa pengelolaan Pulau Sambujur menjadi objek wisata terkendala dengan surat hak milik tanah pada pulau tersebut dan tidak ada komunitas yang bertanggung jawab untuk mengelola. Dibutuhkannya peran pemerintah pemangku kepentingan dalam pengambilan kebijakan sektor pariwisata. Besar harapan warga desa tampakang menjadikan Pulau Sambujur menjadi tempat objek wisata Kalimantan Selatan.
Implementation of Total Quality Management (TQM) for Enhancing Educational Quality: A Case Study of SMK Negeri 1 Buntok, Indonesia Dwi Septian; Khairunnisa Khairunnisa; Khairatunnisa Khairatunnisa; Rida Maulidia; Aslamiah Aslamiah; Celia Cinantya
JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Vol 10, No 2 (2026): Vol. 10 No. 2 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um025v10i22026p300

Abstract

Abstract: Improving the quality of education has become a strategic priority in developing competitive, adaptive, and high-quality human resources in the global era. In the context of vocational education, the demand for graduates’ relevance to labor market needs further emphasizes the importance of an effective and sustainable quality management system. Total Quality Management (TQM) is a managerial approach that focuses on continuous improvement through the active involvement of all organizational members. However, the implementation of TQM in vocational schools, particularly in regional contexts, still faces various contextual challenges that have not been extensively explored. Therefore, this study aims to analyze the implementation of TQM in improving educational quality at SMK Negeri 1 Buntok and to identify its supporting and inhibiting factors. This study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observations, in-depth interviews, and document analysis involving the principal, teachers, administrative staff, and school committee as key informants. Data analysis was conducted interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing to obtain a comprehensive and contextual understanding. The findings reveal that the implementation of TQM at SMK Negeri 1 Buntok has been carried out systematically and integrated into the eight National Education Standards. The principal plays a crucial role as a key driver in fostering a quality culture through transformational, collaborative, and data-driven leadership. In addition, active participation of school members and community support serve as key enabling factors. However, several challenges remain, including the mismatch between teachers’ competencies and their teaching assignments, as well as the uneven understanding of TQM concepts among educators. This study contributes empirically to the enrichment of TQM literature in vocational education, particularly in regional contexts, and highlights that successful TQM implementation is determined by the synergy between leadership, organizational culture, and human resource readiness. Keywords: education quality improvement; integrated quality management; total quality management; vocational school
Developing and Evaluating Instructional Supervision Programs to Enhance Teacher Performance: A Case Study of SMK Negeri 1 Buntok, Indonesia Dwi Septian; Khairunnisa Khairunnisa; Khairatunnisa Khairatunnisa; Sulistiyana Sulistiyana; Metroyadi Metroyadi
JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Vol 9, No 3 (2025): Vol. 9 No. 3 Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um025v9i32025p414

Abstract

Abstract: Instructional supervision is an essential component of the teacher professional development system aimed at improving the quality of learning processes and outcomes. This study aims to develop and evaluate an effective instructional supervision program to enhance teacher performance at SMKN 1 Buntok. A descriptive qualitative approach was employed, focusing on the implementation process of supervision, program development, and the evaluation of its impact on teacher performance improvement. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document studies involving the principal, school supervisors, and teachers. Data analysis was conducted interactively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that instructional supervision at SMKN 1 Buntok was previously administrative in nature and had not yet focused on professional teacher development. Through the development of a supervision program designed based on teacher needs, its implementation became more structured, collaborative, and reflective. Evaluation of the supervision program indicated significant improvements in teacher performance, particularly in lesson planning, teaching implementation, and teachers’ ability to reflect on student learning outcomes. The theoretical framework used in this study includes concepts of instructional supervision, supervision program development, supervision evaluation, and teacher performance, which collectively demonstrate that well-planned supervision development and evaluation can foster continuous improvement in teacher professionalism and performance. Keywords: Instructional supervision; teacher performance; professional development; qualitative study; supervision program evaluation; SMKN 1 Buntok
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGELOLA SUMBER DAYA GURU UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH SMKN 1 BUNTOK Dwi Septian; Khairunnisa Khairunnisa; Khairatunnisa Khairatunnisa; Ahmad Suriansyah; Aslamiah Aslamiah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam mengelola sumber daya guru guna meningkatkan mutu pendidikan di SMKN 1 Buntok. Kepala sekolah memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya manusia, terutama guru, sebagai faktor utama dalam mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan pihak terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam mengelola sumber daya guru meliputi perencanaan SDM, pengembangan kompetensi guru melalui pelatihan dan bimbingan, serta motivasi dan evaluasi kinerja guru secara berkala. Dampak dari strategi tersebut tercermin dalam peningkatan kualitas pengajaran, atmosfer kerja yang kondusif, serta prestasi siswa yang semakin baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan guru yang efektif melalui strategi yang terencana dan berkesinambungan dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Saran yang diberikan adalah perlunya dukungan yang lebih kuat dari pihak eksternal, seperti pemerintah daerah, untuk menyediakan fasilitas dan program pelatihan yang memadai bagi guru.