Era disrupsi digital memicu pergeseran pola pikir instan dan disorientasi nilai keagamaan pada generasi muda. SMA Manbail Huda mengambil langkah strategis membentengi karakter peserta didik melalui pengajaran Kitab Hujjah Ahlussunnah wal Jama’ah. Artikel ini menganalisis peran pengajaran kitab tersebut dalam menanamkan nilai dasar ke-NU-an (Aswaja An-Nahdliyah) melalui penguatan hujah amaliyah tradisional seperti ziarah kubur, talqin mayyit, dan shalat tarawih. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana dalil-dalil teologis diinternalisasikan ke dalam model pembelajaran formal dan pembiasaan (ubudiyah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi hujah amaliyah ini berhasil menumbuhkan karakter akhlaqul karimah, kepekaan sosial, spiritualitas, serta sikap toleran (tasamuh) dan moderat (tawassuth) pada siswa. Keseragaman paham dan lingkungan yang kondusif menjadi faktor pendukung utama, di tengah tantangan kelelahan fisik siswa akibat padatnya target kurikulum.
Copyrights © 2026