Daging ayam merupakan produk hewani yang memiliki kandungan protein dan nutrisi yang tinggi sehingga berperan dalam pemenuhan gizi masyarakat. Namun, daging ayam termasuk bahan pangan yang mudah rusak karena kandungan air dan protein yang tinggi, sehingga menjadi media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme. Kontaminasi bakteri pada daging ayam dapat terjadi akibat penanganan yang kurang higienis, mulai dari peternakan, penyembelihan, pengolahan, hingga penyimpanan. Salah satu bakteri patogen yang dapat mengontaminasi daging ayam adalah bakteri Salmonella sp. yang merupakan indikator penting dalam keamanan pangan. Bakteri Salmonella sp. dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan atau penyakit salmonellosis. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan pengujian mikrobiologi untuk memastikan mutu dan keamanan daging ayam sebelum dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keamanan pangan daging ayam pada Rumah Potong Ayam di daerah Jawa Timur berdasarkan indikator keberadaan bakteri Salmonella sp.. Pengujian dilakukan terhadap delapan sampel daging ayam dengan metode yang mengacu pada SNI 2897:2008. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan meliputi tahap pra-pengayaan, pengayaan, isolasi dan identifikasi, serta uji konfirmasi/biokimia. Berdasarkan hasil pengujian, seluruh sampel daging ayam dinyatakan negatif terhadap cemaran bakteri Salmonella sp. per 25gram sampel. Meskipun pada tahap isolasi awal terdapat satu sampel yang diduga menunjukkan karakteristik Salmonella sp. pada media XLD, hasil uji biokimia lanjutan menunjukkan bahwa sampel tersebut bukan merupakan bakteri Salmonella sp., dan dengan demikian daging ayam dari Rumah Potong Ayam tersebut telah memenuhi persyaratan mutu mikrobiologis dan aman untuk dikonsumsi.
Copyrights © 2026