Meningkatnya prevalensi permasalahan kesehatan mental pada anak berkaitan dengan pola pengasuhan yang kurang adaptif, lemahnya kelekatan aman (secure attachment), serta keterbatasan komunikasi emosional dalam keluarga. Kondisi tersebut dapat berdampak pada rendahnya kemampuan regulasi emosi, harga diri, dan relasi sosial anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencegah gangguan kesehatan mental pada anak melalui penerapan mindful parenting dan penguatan emotional linguistic input pada orang tua. Metode pelaksanaan dilakukan melalui psikoedukasi, pelatihan, dan praktik langsung yang meliputi pengenalan prinsip mindful parenting, strategi membangun secure attachment, keterampilan komunikasi emosional, latihan regulasi emosi, pengembangan empati, serta stimulasi bahasa dalam interaksi orang tua dan anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya pemantapan pemahaman orang tua mengenai pengasuhan sadar, menguatkan kesadaran emosional, serta kemampuan orang tua dalam merespons kebutuhan emosional anak secara lebih positif dan suportif. Implikasi kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan mindful parenting dan emotional linguistic input dapat memperkuat peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis anak secara preventif.
Copyrights © 2026