Fenomena glow up dan penggunaan skincare di kalangan remaja Kristen mencerminkan transformasi konstruksi identitas yang dibentuk oleh budaya visual dan standar estetika algoritmik. Kondisi ini mendorong pemaknaan tubuh berbasis validasi eksternal yang memicu ketidakpuasan diri, perilaku konsumtif, dan krisis identitas spiritual. Penelitian ini menganalisis praktik tersebut sebagai mekanisme konstruksi identitas serta mengevaluasi kecukupan pendekatan Pendidikan Agama Kristen dalam merespons dinamika tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka berbasis hermeneutika tematik, penelitian ini menyeleksi sumber secara sistematis berdasarkan relevansi tematik, kredibilitas akademik, dan keterkinian publikasi. Analisis dilakukan melalui sintesis konseptual yang mengintegrasikan perspektif teologis, psikologis, dan pedagogis untuk menafsirkan budaya visual sebagai lokus pembentukan identitas. Sebagai kajian konseptual, penelitian ini berargumen bahwa pendekatan pedagogis yang ada masih bersifat normatif dan belum memadai dalam merespons kompleksitas budaya visual, sehingga diperlukan model pedagogis reflektif-kontekstual yang mengintegrasikan pengalaman, refleksi teologis, dan rekonstruksi identitas sebagai kerangka formasi iman.
Copyrights © 2026