Krisis lingkungan menuntut penguatan kesadaran ekologis berbasis nilai keagamaan sejak usia dini. Dalam ajaran Islam, manusia memiliki tanggung jawab sebagai khalifah fil ardh untuk menjaga keseimbangan alam. Namun pada praktiknya, nilai tersebut belum sepenuhnya terinternalisasi dalam perilaku santri di lembaga pendidikan Al-Qur’an nonformal. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di TPQ Darut Taqwa Dusun Bendungan Desa Tempuran yang memiliki 15 santri dengan keterbatasan jumlah guru serta belum menerapkan sistem piket kebersihan secara terstruktur. Tujuan kegiatan adalah menguatkan pemahaman ekoteologi Islam dan membangun pembiasaan peduli lingkungan melalui integrasi nilai dalam pembelajaran dan penerapan piket kebersihan berbasis kelompok. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis penguatan potensi internal lembaga melalui enam kali pertemuan selama satu minggu. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman ekoteologi dari skor rata-rata 68 menjadi 84 serta peningkatan sikap peduli lingkungan dari 62 menjadi 87. Perubahan tidak hanya terlihat secara kuantitatif, tetapi juga pada munculnya inisiatif santri dalam menjaga kebersihan tanpa instruksi. Program ini menunjukkan bahwa integrasi nilai tauhid dengan pembiasaan kolektif efektif membentuk karakter peduli lingkungan meskipun dalam kondisi keterbatasan tenaga pendidik.
Copyrights © 2026