Simpang tak bersinyal Jalan Raya Kampus Udayana–Jalan Raya Uluwatu Jimbaran merupakan salah satu titik kemacetan di wilayah Badung Selatan, Bali. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya volume lalu lintas, aktivitas komersial di sekitar simpang, serta hambatan samping akibat kendaraan yang berhenti dan parkir di badan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang tak bersinyal tersebut serta memberikan alternatif solusi untuk meningkatkan kapasitas dan mengurangi derajat kejenuhan. Metode penelitian dilakukan melalui survei kondisi geometrik, volume lalu lintas, dan hambatan samping menggunakan rekaman video selama 14 jam pada hari kerja dan hari libur. Data dianalisis menggunakan pendekatan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dengan parameter utama berupa kapasitas simpang (C), derajat kejenuhan (Dj), tundaan rata-rata (T), dan peluang antrian (Pa%). Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi eksisting simpang memiliki kapasitas sebesar 2360,08 smp/jam, derajat kejenuhan 0,92, tundaan 16,135 detik/smp, dan peluang antrian antara 34%–67%, yang berarti simpang sudah tidak memenuhi syarat kelayakan (Dj < 0,85). Penerapan alternatif pengaturan hambatan samping meningkatkan kapasitas menjadi 2439,62 smp/jam dan menurunkan derajat kejenuhan menjadi 0,89, dengan tundaan 15,282 detik/smp. Sementara itu, kombinasi pengaturan hambatan samping dengan pembatasan jenis kendaraan (kendaraan sedang/KS) menghasilkan kinerja terbaik, yaitu kapasitas 2526,17 smp/jam, derajat kejenuhan 0,82, tundaan 13,946 detik/smp, dan peluang antrian 28%–56%. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan pengaturan hambatan samping dan pembatasan gerak belok kanan efektif dalam meningkatkan kinerja simpang tak bersinyal, menurunkan tingkat kejenuhan, serta memperlancar arus lalu lintas di kawasan komersial dan pendidikan seperti Jimbaran.
Copyrights © 2026