Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses individuasi tokoh Rey dalam novel Tuhan Tidak Pernah Iseng karya Zemarey Al-Bakhin berdasarkan psikologi analitik Carl Gustav Jung. Fokus penelitian tidak semata pada konflik lahiriah, melainkan pada pergulatan batin Rey, terutama dalam menghadapi persona dan shadow, serta bagaimana krisis eksistensial mendorongnya melakukan refleksi dan transformasi diri. Pendekatan yang digunakan adalah psikologi sastra dengan metode kualitatif deskriptif. Data utama bersumber dari novel, sementara data pendukung berasal dari buku dan jurnal tentang teori Jung. Pengumpulan data melalui teknik baca-catat, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses individuasi Rey berlangsung secara bertahap: dimulai dari ketidakseimbangan psikis, konflik antara persona (topeng sosial) dan shadow (sisi gelap), hingga tercapainya integrasi antara kesadaran dan ketidaksadaran. Perjalanan psikologis ini menandai perubahan Rey dari pribadi yang dikuasai ego menjadi individu yang lebih utuh dan autentik. Dengan demikian, novel ini tidak hanya menceritakan tokoh Rey, tetapi juga menggambarkan bahwa pencarian makna hidup dapat muncul dari refleksi diri yang mendalam serta penerimaan terhadap seluruh aspek diri, termasuk yang sebelumnya dihindari.
Copyrights © 2026