Fenomena disrupsi kesantunan berbahasa di era digital semakin mengemuka seiringdengan meningkatnya penggunaan media sosial dan platform komunikasi daring dikalangan masyarakat Indonesia. Kemudahan akses informasi serta komunikasi instanyang ditawarkan oleh perkembangan teknologi telah membawa dampak signifikanterhadap perubahan pola interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisbentuk-bentuk ketidaksantunan berbahasa yang muncul dalam komunikasi digital,mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta mengevaluasi dampaknya terhadaptatanan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka denganmengkaji sejumlah jurnal nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwaketidaksantunan berbahasa di era digital muncul dalam berbagai bentuk, seperti ujarankebencian, provokasi, makian, serta penggunaan bahasa kasar yang tidak sesuai dengannorma budaya dan etika berbahasa Indonesia. Faktor-faktor penyebab krisis ini meliputirendahnya literasi digital, anonimitas pengguna, kurangnya pendidikan etikakomunikasi, serta budaya permisif di dunia maya. Ketidaksantunan tersebut tidak hanyamerusak hubungan sosial, tetapi juga mengancam nilai-nilai kesantunan yang menjadiidentitas masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis melaluiliterasi digital, pendidikan karakter, serta penguatan peran keluarga dan lembagapendidikan dalam menanamkan nilai-nilai etika berbahasa sejak dini.
Copyrights © 2026