Penelitian ini bertujuan mengkaji relasi makna dalam tuturan sehari-hari mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia. Fokus penelitian meliputi sinonimi, antonimi, dan polisemi serta pengaruh konteks sosial dan dialektal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi, klasifikasi, dan interpretasi makna kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi makna bersifat dinamis dan kontekstual. Sinonimi digunakan untuk variasi ekspresi, antonimi untuk menegaskan perbedaan makna, dan polisemi menunjukkan fleksibilitas makna. Selain itu, partikel dialektal seperti ji, mi, dan ki memengaruhi makna secara pragmatis, terutama dalam aspek penegasan dan kesopanan. Temuan ini menunjukkan bahwa makna tidak hanya ditentukan secara leksikal, tetapi juga oleh konteks sosial dan budaya.
Copyrights © 2026