Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi asesmen diagnostik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada konteks Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain evaluatif berbasis model CIPP (Context, Input, Process, Product). Subjek penelitian meliputi guru Bahasa Indonesia dan siswa pada satuan pendidikan yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi asesmen diagnostik telah dilakukan, namun belum optimal. Pada aspek konteks, pemahaman guru masih terbatas pada tataran konseptual. Pada aspek input, keterbatasan instrumen dan pelatihan menjadi kendala utama. Pada aspek proses, pelaksanaan asesmen belum terintegrasi secara sistematis dalam pembelajaran. Pada aspek produk, asesmen diagnostik belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi asesmen guru, pengembangan instrumen diagnostik yang valid dan praktis, serta integrasi asesmen dalam pembelajaran berdiferensiasi. Temuan ini berkontribusi dalam pengembangan evaluasi pembelajaran bahasa dan implementasi asesmen pada kurikulum berbasis kebutuhan peserta didik.
Copyrights © 2026