Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran generasi muda dalam menjaga identitas budaya di Sidoarjo di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Globalisasi membawa dampak signifikan terhadap pola pikir dan gaya hidup generasi muda, sehingga berpotensi menggeser nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap generasi muda berusia 15–25 tahun yang aktif dalam kegiatan budaya, serta tokoh masyarakat dan pelaku seni sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kesadaran yang cukup baik terhadap pentingnya pelestarian budaya daerah. Bentuk peran yang dilakukan antara lain partisipasi dalam kegiatan seni tradisional, keterlibatan dalam sanggar dan komunitas budaya, serta pemanfaatan media sosial untuk mempromosikan tradisi dan kearifan lokal. Namun demikian, terdapat tantangan berupa pengaruh budaya populer asing dan kurangnya pemahaman mendalam terhadap makna filosofis budaya. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah daerah untuk memperkuat pendidikan berbasis kearifan lokal. Generasi muda memiliki potensi besar sebagai agen pelestari budaya apabila didukung secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026