Lingkungan sejak dini melalui pendidikan formal, khususnya di Sekolah Dasar (SD). Artikel ini bertujuan menganalisis peran pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa SD. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui penelusuran sistematis pada basis data Google Scholar, Garuda, dan Sinta, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal — seperti tradisi gotong royong, pengelolaan sumber daya alam, dan praktik pelestarian lingkungan berbasis budaya — terbukti efektif meningkatkan kesadaran ekologis, sikap peduli lingkungan, dan kemampuan kerja sama siswa. Implementasi dilakukan melalui observasi lapangan, proyek lingkungan, dan pembelajaran berbasis masalah yang kontekstual. Meskipun demikian, terdapat sejumlah hambatan, yaitu keterbatasan bahan ajar berbasis kearifan lokal, rendahnya kompetensi guru dalam mengintegrasikan etnosains, serta kesenjangan antara kurikulum nasional dan realitas budaya lokal. Sebagai solusi, direkomendasikan pengembangan modul kontekstual, penerapan model Project Based Learning dan Etno-STEM, serta sinergi antara guru, sekolah, dan pemerintah dalam kerangka Kurikulum Merdeka
Copyrights © 2026