Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pola asuh Nabi Ya’qub dalam Surah Yusuf ayat 4–5 serta mengkaji relevansinya terhadap pengembangan kecerdasan emosional anak di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang bersumber dari Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur psikologi perkembangan dan pendidikan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dan analisis wacana (discourse analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh Nabi Ya’qub dalam Surah Yusuf ayat 4–5 dapat dikategorikan sebagai pola asuh autoritatif (authoritative parenting) yang berkarakter emotion coaching. Pola ini ditandai dengan responsivitas tinggi, komunikasi empatik, validasi emosi anak, serta pemberian batasan yang jelas disertai alasan rasional dan spiritual. Selain itu, pola asuh tersebut memiliki relevansi yang kuat terhadap lima komponen kecerdasan emosional menurut Goleman, yaitu kesadaran diri, regulasi diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Dalam konteks era modern yang ditandai dengan tantangan digitalisasi dan menurunnya kualitas interaksi sosial, pola asuh Nabi Ya’qub menawarkan model pengasuhan yang holistik, integratif, dan kontekstual dalam membentuk anak yang cerdas secara emosional. Dengan demikian, Surah Yusuf ayat 4–5 tidak hanya mengandung nilai historis, tetapi juga memiliki implikasi praktis sebagai pedoman pengasuhan anak di masa kini.
Copyrights © 2026