Kasus bullying di lingkungan sekolah terus meningkat dan berdampak serius terhadap perkembangan psikologis serta karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pembelajaran akhlak dan program Bimbingan Konseling (BK) dalam menangani kasus bullying siswa di MTsN 1 Wonosobo, beserta faktor pendukung, faktor penghambat, dan perubahan kondisi mental siswa setelah mengikuti kedua program tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran akhlak berperan aktif melalui internalisasi nilai ukhuwwah, tawadhu', dan rahmah dengan metode keteladanan, pembiasaan, dan nasihat; (2) program BK menjalankan fungsi preventif, kuratif, dan pengembangan melalui konseling individu, konseling kelompok, dan bimbingan klasikal; (3) faktor pendukung meliputi komitmen guru dan dukungan kelembagaan, sementara faktor penghambat mencakup minimnya pelaporan dan keterbatasan sarana; (4) terdapat perubahan positif pada kondisi mental siswa berupa peningkatan rasa percaya diri dan empati. Sinergi antara pembelajaran akhlak dan program BK terbukti berkontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan berkarakter Islami.
Copyrights © 2026