Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana guru menerapkan kompetensi pedagogik di era digital melalui lima aspek utama: pemahaman karakter siswa, strategi motivasi belajar, pendekatan bagi siswa kurang percaya diri, perancangan pembelajaran adaptif, serta sistem penilaian berimbang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMA dengan subjek seorang guru yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan materi, pengelolaan kelas, dan pemahaman latar belakang psikososial siswa menjadi prasyarat utama untuk membangkitkan motivasi belajar. Guru memanfaatkan pendekatan personal berkelanjutan (scaffolding) berbasis konsep Zone of Proximal Development (ZPD) dan Self-Determination Theory dengan memberikan reward non-material seperti pujian. Selain itu, perancangan metode pembelajaran yang bervariasi sesuai karakteristik kelas dan penerapan evaluasi autentik yang mengintegrasikan penilaian proses serta hasil terbukti efektif menciptakan lingkungan belajar inklusif dan adaptif. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan profesional guru yang berkelanjutan guna menjawab heterogenitas generasi digital secara relevan.
Copyrights © 2026