Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran IPA yang mampu menghubungkan konsep-konsep ilmiah dengan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu materi yang dekat dengan pengalaman peserta didik adalah gaya dan gerak benda. Pembelajaran yang dikaitkan dengan aktivitas nyata diharapkan dapat membantu peserta didik memahami konsep secara lebih mudah dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran gaya dan gerak benda dalam menjelajah fenomena sehari-hari pada mata pelajaran IPA di MI Sumber Kemuning Tamanan Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru IPA, kepala madrasah, serta peserta didik kelas IV dan V. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengaitkan materi gaya dan gerak benda dengan berbagai aktivitas sehari-hari seperti mendorong meja, menarik benda, mengayuh sepeda, dan menendang bola. Pembelajaran melalui demonstrasi dan pengamatan langsung membantu peserta didik memahami konsep secara lebih konkret. Sebagian besar peserta didik mampu menghubungkan konsep gaya dan gerak dengan fenomena yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pembelajaran masih menghadapi kendala berupa keterbatasan alat peraga dan perbedaan kemampuan peserta didik dalam memahami materi. Oleh karena itu, pembelajaran kontekstual perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA peserta didik.
Copyrights © 2026